Cara Melakukan Closing Penjualan Dalam Waktu Kurang dari 100 Hari

Sales Closing

Pernahkah Anda merasa lelah menunggu prospek Anda merespon positif dan memberikan sinyal bahwa mereka siap menjadi customer Anda? Seharusnya, leads sales Anda berubah menjadi customer dalam waktu kurang dari 100 hari, dan seharusnya hal ini juga terjadi secara konsisten. Leads bisnis merupakan salah satu penentu dan penggerak roda bisnis, dan kecepatan serta kesigapan bisnis dalam merespon leads yang datang adalah kunci berhasilnya bisnis Anda.

Terkadang, leads atau prospek yang menjanjikan “nyangkut” karena adanya proses transaksi yang terlalu bertele-tele. Saat ini yang dialami oleh customer, mereka bisa dengan mudah berpindah ke kompetitor Anda dan Anda pun gagal melakukan closing. Apakah Anda menginginkan hal ini terjadi?

Semua hal, mulai dari user experience pada website Anda, hingga terlalu fokusnya Anda pada likes yang diperoleh di Facebook atau jumlah followers di Twitter, dapat menjadi penyebab gagalnya closing. Anda perlu mengubah cara Anda mendapatkan leads dan mengubahnya menjadi customer. Anda perlu mengetahui apa saja yang mereka lakukan di dunia maya, apa saja kebutuhan mereka, demi mengubah mereka menjadi sales yang berhasil. Inilah tiga aspek dari perjalanan konsumer yang dapat Anda jadikan pertimbangan agar closing lebih cepat terjadi.

  1. Andalah yang harus mencari prospek unggulan tersebut

Lebih mudah bagi Anda untuk mendapatkan serta mendatangkan leads unggulan berdasarkan perilaku mereka yang sesungguhnya daripada berdasarkan informasi yang mereka tampilkan di dunia maya atau yang Anda peroleh lewat form online atau survey. Gunakan data yang menunjukkan kecenderungan dan perilaku konsumer untuk memfilter leads unggulan dan mempersempit target market Anda agar lebih fokus ke mereka yang paling mungkin melakukan transaksi.

Selalu periksa apa saja hal yang dilakukan oleh kompetitor Anda dan bagaimana Anda dapat mengejar kemajuan kompetitor dan membuatnya sesuai dengan bisnis Anda. Prospek yang sudah melakukan riset mengenai bisnis Anda dan saingan dari bisnis Anda harus mendapatkan perlakuan spesial dari Anda dibandingkan dengan mereka yang belum mencapai tahapan ini.

Sales Closing
Sumber Gambar: aayuja.com
  1. Cari tahu lebih jauh daripada kecenderungan para leads Anda yang hanya angin-anginan

Kumpulkan semua yang Anda ketahui mengenai prospek Anda, mulai dari aspek marketing dan sales yang bisa Anda berikan untuk prospek Anda, data secara analitik, dan yang lainnya untuk dapat mengetahui apa kebutuhan dari orang tersebut. Terkadang hal ini berarti Anda harus membangun koneksi secara manual berdasarkan berbagai sisi interaksi yang diberikan oleh prospek Anda dan menempatkan tim sales untuk bisa memahami kebutuhan tiap individu.

Berbagai tool analitik yang tersedia dapat membantu Anda mencari tahu dari mana customer Anda mengakses bisnis Anda. Semakin banyak seseorang berinteraksi dengan brand Anda, semakin mungkin Anda mengetahui kebutuhan serta latar belakang dari prospek tersebut. Anda jadi bisa mengetahui dan memetakan kegiatan customer di berbagai situs yang berbeda sehingga Anda dapat mengetahui perilaku berbagai prospek tersebut. Anda jadi lebih mudah merencanakan strategi dan kampanye yang tepat bagi bisnis Anda dan mendeteksi berbagai kesempatan yang tersedia untuk bisnis Anda,

  1. Tinggalkan cara berbisnis yang mengandalkan informasi yang disediakan oleh customer Anda

Alasan utama Anda harus berhenti mempercayai apa yang dipostingkan secara online oleh customer Anda dengan alasan pencitraan adalah karena kemungkinan besar hal itu tidak merepresentasi aktivitas dan perilaku mereka di dunia maya. Dengan memiliki data produk apa saja yang memotivasi terjadinya pembelian oleh target market utama Anda merupakan indikator yang kuat bahwa prospek tersebut potensial melebihi dari hasil survey.

Sales Closing
Sumber Gambar: thinksales.co.za

Setelah Anda dapat mengenali mana saja leads yang potensial, pastikan Anda mengolah dan memanfaatkan berbagai data ini sebaik mungkin. Jika Anda sudah memiliki data yang sesuai namun Anda tidak peduli atau tidak melakukan follow up sehingga leads ini mengetahui bisnis Anda dan melakukan pembelian. Anda dapat mengotomatisasi leads Anda, namun Anda perlu membuatnya lebih personal sesuai dengan perilaku mereka secara online. Kategorikan berbagai leads, dan cobalah membuat pesonalisasi bagi tiap kategori. Dengan demikian, Anda bisa lebih manargetkan tiap kelompok prospek secara lebih efektif. Pastikan juga Anda memberikan perlakuan yang berbeda bagi leads yang Anda peroleh lewat iklan dan yang Anda peroleh secara organik.

Fokus Anda haruslah mendapatkan leads yang pasti dapat berubah menjadi transaksi secara lebih cepat. Dengan secara rutin memonitor berbagai data yang dihasilkan prospek Anda, Anda dapat menggunakan semua masukan yang Anda terima untuk mengoptimasi aktivitas sales Anda.

You may also like

0 comments