3 Fungsi Beriklan di Insta Stories dan Cara Mengoptimalkannya

Marketing di Instastory

Bila pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang fitur Insta Stories di Instagram dan kegunaannya untuk iklan, maka kali ini akan membahas fungsi beriklan di Insta Stories.

Tentu saja ada tujuan yang harus tercapai dari setiap iklan yang dibuat, entah untuk branding maupun selling. Apalagi ada budget yang sudah harus dikeluarkan khusus untuk memasang sebuah iklan. Namun bila iklan tidak memiliki efek pun bukan berarti kesalahan terletak pada media tempat Anda beriklan, melainkan bisa jadi dari cara pengemasan iklan Anda yang tak sesuai dengan tujuan awal Anda.

Karena itu, agar Anda dapat beriklan dengan efektif, dan untuk kali ini khusus di fitur Insta Stories, maka ada baiknya Anda segera memerhatikan 3 fungsi beriklan di Insta Stories dan cara mengoptimalkan.

1. Brand Awareness

Salah satu fungsi yang dapat disesuaikan pada Insta Stories adalah untuk meningkatkan kesadaran merek bagi target audiens. Tentu saja banyaknya pengguna instagram menjadi salah satu keuntungan kenapa Anda perlu beriklan di Insta Stories.

Namun jangan lupa untuk benar-benar menyesuaikan target audiens yang sudah Anda tentukan sebelum menjalankan iklan Anda. Sebab salah satu keunggulan yang ditawarkan oleh Facebook adalah Anda dapat menentukan target audiens agar iklan Anda tepat sasaran.

Jangan lupakan juga untuk memilih gambar atau video yang menarik. Sertakan logo dan merek Anda dengan mencolok agar target audiens Anda menyadari merek Anda. Jangan sungkan untuk menggunakan warna kontras pada merek Anda.

Marketing di Instastory
Sumber Gambar: uangteman.com

2. Mengumumkan Program Promo Terbaru

Bila Anda memiliki program promo terbaru dan ingin agar para pelanggan bahkan target audiens Anda tahu, maka segeralah gunakan Insta Stories. Semua orang pasti menyukai berbagai program promo, termasuk dikson. Dan mengumumkannya di Insta Stories dapat menjadi cara untuk menarik perhatian pengguna Instagram dengan cepat.

Jangan lupa buat gambar atau video yang menonjolkan program promo Anda dengan singkat dan jelas. Misalkan Anda menawarkan program diskon, maka tonjolkan kalimat diskon tersebut agar target audiens Anda segera menaruh perhatian pada iklan Anda. Dan setelah itu mereka akan langsung bertindak dengan mengunjungi toko online Anda.

Marketing di Instastory
Sumber Gambar: tweakyourbiz.com

3. Memanfaatkan User Generated Content untuk Mendorong Penjualan

Apa itu User Generated Content (UGC)? UGC adalah konten yang dihasilkan oleh user atau audiens itu sendiri. Ada banyak jenis UGC yang biasa kita temui, seperti review pelanggan, testimoni pelanggan, konten komunitas, kontes foto hingga konten sosial.

Salah satu merek yang pernah berhasil menggunakan UGC ini adalah Coca-Cola. Merek ini membuat kampanye konten sosial bernama Share a Coke. Jadi pelanggan diminta untuk membagikan foto di media sosial dengan botol Coca-Cola bertuliskan nama mereka sendiri dengan hashtag #ShareaCoke.

Dalam hal ini Coca-Cola mampu meningkatkan penjualannya sebesar 2% di Amerika. Tentu hal tersebut tak terlepas dari interaksi sosial yang terjadi dan meningkatnya jumlah pembeli yang ingin namanya terukir di botol Coca-Cola. Inilah contoh UGC yang dapat berdampak pada penjualan.

Sekarang Anda pun dapat melakukannya dengan memanfaatkan fitur Insta Stories untuk meningkatkan penjualan.

Pada dasarnya, kini Anda sudah dapat memanfaatkan Insta Stories sebagai media beriklan yang tergolong murah dengan jangkauan luas dan berbagai fungsi serta tujuan. Hal inilah yang membuat beriklan di Instagram maupun Facebook cocok bagi para Start-Up. Apalagi Anda dapat menyesuaikan sendiri budget dan target audiens. Bahkan bila Anda pintar membuat spesifikasi target audiens Anda, maka bukan hal mustahil bila keefektifan iklan Anda dapat lebih besar lagi.

You may also like

0 comments