Uncategorized

Social Media Marketing Trend 2018

Media sosial telah menjadi pilihan utama media pemasaran bagi banyak merek selama satu dekade ini. Semakin berkembangnya fitur-fitur dan tingginya pengguna media sosial menjadi salah satu daya tarik utamanya. Facebook dan Instagram menjadi media sosial yang cukup banyak melakukan perubahan. Bahkan Instagram mampu menduplikat fitur SnapChat hingga membuat penggunanya banyak beralih ke Instagram.

Selain itu, media sosial bukan hanya menjadi wadah tepat bagi pelaku bisnis, tapi juga bagi pelaku politik. Mulai dari pemilu presiden Amerika Serikat hingga Pilkada DKI, semuanya hampir rutin melakukan kampanye di media sosial.

Untuk menyikapi berbagai perubahan dan fenomena yang terjadi di media sosial, dan demi efektivitas penggunaan media sosial marketing bagi merek Anda, maka Anda perlu memerhatikan 7 hal berikut yang diprediksi menjadi tren media sosial marketing di 2018.

1. Insta Story yang Dapat Tingkatkan Popularitas

Saat ini Instagram telah berhasil menggeser kepopuleran SnapChat dalam hal story. Semenjak meluncurkan fitur terbarunya, yakni Insta Story, kepopuleran platform ini pun kian meninggi. Bahkan dari beberapa data yang dihimpun ada sekitar 200 juta orang menggunakan Insta Story setiap bulannya.

Melihat kepopuleran Insta Story, tak sedikit merek-merek ternama mulai menjajalnya sebagai sarana pemasaran. Hal ini tentu akan berpengaruh pada tren media sosial di 2018 nanti. Apalagi fitur serupa juga telah diadopsi oleh Facebook. Ini berarti, merek yang ingin kepopulerannya meningkat harus bisa meluangkan waktu untuk memahami dan bergabung bersama pelanggan di Insta Story.

2. Fokus pada Generasi Z

Tahun 2018 sudah bukan lagi masanya Milennial, tetapi memasuki era baru, yaitu Generasi Z. Berdasarkan dari berbagai studi, Generasi Z akan mulai menjadi konsumen potensial berharga di tahun 2018. Sebab usia tertua Generasi Z ini ialah 22 tahun. Usia produktif yang mulai masuk angkatan kerja dan tentu berpotensi meningkatkan daya beli.

Beberapa penelitian mengenai kegemaran, pandangan politik, ekonomi hingga ketertarikan para Generasi Z sudah banyak beredar. Anda perlu mencari informasi tersebut untuk bisa lebih mengenal Generasi Z. Dua platform media sosial yang kemungkinan digemari oleh Generasi Z adalah SnapChat dan Instagram.

Social Media Marketing Trend 2018
Sumber Gambar: mediavillage.com

3. Influencer Media Sosial Masih Jadi Pilihan Tepat

Merek-merek besar masih banyak memlih investasi marketing melalui influencer media sosial. Pasalnya, strategi dengan menggunakan influencer media sosial dipercaya lebih ampuh untuk meningkatkan keterlibatan konsumen potensial di media sosial.

Di tahun 2018 nanti pun diprediksi banyak merek akan banyak merangkul influencer media sosial sebagai upaya terhubung dengan konsumen potensial.

4. Perbanyak Konten Live Streaming

Media sosial telah membawa banyak perubahan pada cara konsumen melihat sebuah merek. Keterlibatan pelanggan dalam pemasaran sebuah merek bisa sangat berpengaruh pada popularitas merek. Sebab pelanggan akan merasa semakin dekat dan menjadi bagian dari perjalanan merek itu sendiri.

Inilah yang terjadi seiring semakin menariknya konten live streaming bagi para pelanggan. Berbagai kegiatan yang dilakukan merek dapat langsung dibagikan kepada pelanggan saat itu juga.

Di tahun 2018 juga diprediksi akan banyak merek mulai menyadari kekuatan live streaming. Sehingga akan memasukannya ke dalam strategi media sosial. Sebab itu, lebih baik segera terjun dalam strategi konten live streaming ini sebelum lebih banyak lagi yang menyadari kekuatannya.

5. Virtual Reality Facebook

Bukan hanya konten story dan live streaming, Facebook juga menunjukkan ketertarikannya pada Virtual Reality. Mereka memberi nama proyek tersebut Spaces. Dengan Spaces, maka Facebook dapat memungkinan penggunanya untuk terhubung di VR.

Ini bukan proyek sulit bagi platform media sosial besar ini. Pasalnya, Facebook memiliki Oculus, perusahaan perangkat keras dan lunak virtual reality. Bisa jadi, di tahun 2018 Spaces akan menjadi produk media sosial VR pertama yang suskes dan menjadi tren.

6. Platform Chatting

Di samping platform media sosial murni (Facebook, Instagram dan Twitter), ada lagi salah satu platform yang perlu diperhatikan, yaitu aplikasi chatting. Aplikasi chatting juga telah berperan sebagai media sosial bagi banyak merek di tahun 2017 ini. Salah satunya yang paling dominan adalah Line. Tak ayal, aplikasi chatting perlu menjadi perhatian di athun 2018.

Dengan memanfaatkan betul aplikasi chatting, diprediksi akan semakin mendekatkan merek dengan pelanggan. Pasalnya, sudah banyak fitur yang tersedia di sana, seperti kecerdasan buatan, asisten suara dan chatbots yang membuat pelanggan merasakan pengalaman berbelanja pribadi.

Social Media Marketing Trend 2018
Sumber Gambar: technobuffalo.com

7. Melihat Lagi Twitter

Media sosial satu ini bisa dikatakan sedikit gagal untuk bersaing di sepanjang 2017. Tak ada pertumbuhan pengguna yang signifikan selama setahun belakangan ini juga menjadi pemicu anjloknya saham Twitter. Tapi biar begitu bukan berarti Anda langsung mencampakkan media sosial ini. Sebab di tahun 2018 ada kemungkinan Twitter akan menjual sahamnya ke investor swasta, serta mengubah dan mengembangkan fiturnya yang sempat tertinggal oleh platform media sosial lainnya. Karena itu, jangan langsung singkirkan Twitter dari strategi media sosial marketing Anda.

Social Media Ad

Pastinya sudah banyak pembahasan mengenai strategi beriklan di media sosial. Baik itu dari segi memilih konten, menentukan target market hingga cara mengevaluasi hasil beriklan. Tak heran bila semua hal itu perlu diperhatikan karena saat ini media sosial memang sudah menjadi bagian dari marketing yang menjanjikan.

Namun ada satu hal yang kerap terlewatkan saat akan beriklan di media sosial. Yakni mempertimbangkan beberapa saluran media sosial untuk digunakan beriklan berdasarkan kelebihan dan kelemahannya.

Kenapa penting mengetahuinya? Jawabannya jelas untuk membantu kita menentukan saluran media sosial mana yang cocok untuk kampanye perusahaan saat ini.

1. Facebook

Mari kita mulai dari saluran media sosial yang saat ini memiliki reputasi sebagai media sosial dengan pengguna terbanyak. Facebook menjadi primadona bagi banyak pebisnis untuk beriklan. Pasalnya, berjubelnya pengguna Facebook menjadi pertimbangan utama mengapa banyak pengusaha yang memilih fokus melakukan pemasaran di Facebook.

Apa benar semenjanjikan itu?

Kelebihan Facebook adalah memberikan kemudahan bagi penggunanya dalam beriklan. Fitur iklan Facebook juga dikenal ramah, mudah dipahami dan lengkap. Dari awal, kita sudah bisa memilih fitur iklan berdasarkan tujuannya. Kemudian kita bisa menentukan pemirsa yang dituju oleh iklan kita berdasarkan wilayah, usia, kesukaan, jenis kelamin, pendidikan dan sebagainya.

Dan yang terpenting dari fitur iklan Facebook adalah kita bisa menentukan biaya iklan per hari dengan perkiraan jumlah jangkauan.

Tapi dari kelebihan-kelebihan itu, Facebook masih menyimpan satu kelemahan, yakni matriks mengenai kinerja iklan untuk saat ini belum real time dan masih kecil dibandingkan situs lain.

Social Media Ad
Sumber Gambar: cup-studios.com

2. Twitter

Sekarang kita bahas media sosial kedua yang juga tak kalah pamor dengan Facebook, yakni Twitter. Meski tren pengguna Twitter kian tahun diklaim makin menurun, namun tak serta-merta pelaku bisnis mengabaikan Twitter. Media sosial ini masih menjadi prioritas untuk digunakan dalam strategi pemasaran.

Kelebihan Twitter ada pada kemampuan menargetkan orang berdasarkan minat dengan hashtag atau tanda pagar. Cara kerjanya pun hampir serupa dengan Google Adwords. Twitter juga memiliki kelebihan dalam hal influencer. Berbeda dengan Facebook yang seolah tak memiliki support dari influencer.

Namun kendati Twitter memiliki kelebihan lewat hashtag, rupanya tak membuat kita bisa mudah menargetkan minat melalui hashtag tersebut. Alasannya karena masih terbatasnya pemilihan hastag yang bisa digunakan untuk kampanye. Misal, untuk sebuah bisnis hanya bisa menggunakan hashtag ‘pemasaran’. Tentu hashtag seperti itu masih terlalu luas jangkauannya. Inilah kelemahan yang dimiliki Twitter.

3. Linkedin

Linkedin memiliki kelebihan dari basis penggunanya yang merupakan profesional bisnis. Sebab itu Linkedin menjadi salah satu saluran media sosial yang cocok sebagai media marketing untuk B2B.

Namun basis penggunanya yang kebanyakan merupakan profesional bisnis membuat Linkedin memiliki kelemahan dalam jumlah klik tautan. Artinya, Anda tidak bisa mengandalkan Linkedin sebagai media sosial bila mengincar jumlah klik atau kunjungan. Hal lain yang menjadi kelemahan Linkedin ialah biaya iklan yang tergolong tinggi dibandingkan Twitter dan Facebook.

Social Media Ad
Sumber Gambar: twistedtoast.com

4. Google+

Media sosial satu ini memang belum terlalu tenar di Indonesia. Tapi mungkin saja beberapa tahun ke depan semakin banyak yang akrab dengan media sosial satu ini. Tentu bukan hal yang mustahil mengingat Google+ merupakan media sosial ciptaan platform yang paling besar saat ini, yaitu Google.

Kenyataan itulah yang membuat Google+ memiliki kelebihan sendiri. Salah satunya adalah pemanfaatan SEO di setiap postingan. Jadi, setiap postingan yang Anda lakukan di Google+ sudah akan terhitung dalam optimasi pencarian Anda. Hal ini memungkinkan postingan Anda berada di muka halaman pertama orang-orang yang berada di lingkaran Anda.

Ditambah adanya fitur iklan di Google+ yang juga diposkan pada Google Display Network sehingga dapat meningkatkan jangkauan iklan secara signifikan. Belum lagi sistem berbayar iklan yang terbilang unik, yakni Anda membayar iklan berdasarkan jumlah klik yang didapat.

Namun seperti yang sudah dibahas sebelumnya, kurang populernya media sosial ini menjadi kelemahan Google+ saat ini. Jumlah penggunanya sendiri di dunia masih jauh di bawah Facebook dan Twitter. Selain itu ketatnya kebijakan promosi menjadikan media sosial ini kurang ramah bagi kampanye perusahaan. Sebab kampanye yang ingin Anda jalankan belum tentu mudah diterima untuk dijalankan di sini.

Inilah kelebihan dan kelemahan dari 4 media sosial yang perlu diketahui. Setelah ini, Anda pun bisa menentukan dan mempertimbangkan media sosial mana yang cocok bagi Anda untuk beriklan. Terutama bila dilihat dari tujuan dan bentuk kampanye perusahaan Anda. Karena kampanye perusahaan Anda belum tentu dapat berjalan efektif di setiap media sosial, sekalipun di media sosial paling popular.

Sales Motivation

Bisa dikatakan bahwa tim sales merupakan ujung tombak sebuah perusahaan. Pasalnya, pundi-pundi pendapatan perusahaan berasal dari mereka. Tak heran juga bila akhirnya tim sales selalu akrab dengan target penjualan dan tekanan. Bila target tak tercapai, maka performa tim sales akan dinilai buruk.

Ada banyak hal yang kemudian dilakukan perusahaan agar membuat tim sales yang dimiliki termotivasi. Tujuannya hanya satu, yakni dapat mencapai target penjualan setiap waktunya. Dan kebanyakan perusahaan akan menggunakan metode yang sama, yakni insentif atau bonus uang kepada tim sales yang berhasil mencapai target apalagi melampauinya.

Namun menurut beberapa ahli dan praktisi sales, uang bukanlah satu-satunya hal yang dapat memotivasi tim sales. Bahkan ada yang berpendapat dengan mengiming-imingi bonus uang justru dapat mempersempit fokus tim yang hanya berorientasi pada uang secara instan.

Kenyataan di lapangan memang benar. Ada banyak hal instan yang kemudian dilakukan tim sales agar dapat mencapai target demi bonus. Segala cara digodok agar dapat meningkatkan angka penjualan tanpa berpikir panjang. Alhasil angka kredit macet di berbagai perusahaan jasa  pembiayaan pun kian tinggi.

Sebab itu, sudah saatnya menggunakan metode baru agar dapat menghasilkan tim sales yang andal. Tim sales yang bukan hanya berorientasi pada insentif dan bonus. Dan untuk bisa mencapai hal tersebut berikut ini adalah cara-caranya.

1. Tentukan Tujuan Tim dan Perusahaan Lebih Dulu

Mengejar target tanpa tujuan sama saja seperti menggali lubang tanpa tahu apa yang hendak dicari. Kita tidak pernah tahu kapan akan berhenti dan beralih ke hal lain. Tiada perubahan yang akan didapatkan oleh tim nantinya. Karena itu tentukanlah tujuan tim lebih dulu dan beritahukan pada setiap anggota. Sehingga setiap individu memahami bahwa ada tujuan yang lebih besar yang hendak dicapai oleh perusahaan.

Dan tujuan itu perlulah berorientasi pada kesejahteraan karyawan dan kontribusi pada perekonomian nasional. Sehingga perusahaan tak terlihat hanya berorienatasi pada keuntungan uang semata. Hal ini tentu dapat lebih memotivasi tim sehingga mereka pun dapat bergerak lebih semangat.

2. Berikan ‘Ruang Lebih’ Pada Tim Sales

Seorang leader perlu memberi lebih ruang kepada timnya dalam bergerak dan berpikir. Bila hanya meminta mereka untuk selalu bergerak sesuai instruksi dan arahan, maka sama saja seperti membiarkan tim menutup ruang kreativitas mereka. Padahal bisa saja kreativitas mereka yang dapat membuat tim mencapai target. Dan dengan memberikan ruang pada kreativitas mereka untuk bergerak, maka tim akan merasa lebih bangga dan senang dalam bekerja.

Tapi untuk dapat mengimplementasikan hal ini, maka hal yang lebih dulu harus diberikan adalah waktu. Tak ada keberhasilan yang dicapai tanpa adanya proses. Sebab itu seorang leader harus bisa memberi waktu kepada timnya dalam menjalankan kreativitasnya. Kemudian berikan juga mereka wewenang dalam hal kolaborasi. Kepada dan dengan siapa mereka akan bekerja sama, berikan mereka ruang untuk melakukannya.

Sales Motivation
Sumber Gambar: fistfuloftalent.com

3. Desain Matriks Target

Untuk dapat menjaga performa dan kinerja tim, maka diperlukan matriks yang dapat menjadi tolak ukur kinerja tim sales. Desain matriks ini berguna untuk mengetahui sampai di mana batas performa tim sales. Selain itu, ini juga berguna agar leader mengetahui apa yang bisa diperbuatnya untuk tim sales.

Misal, ada tim yang desain matriksnya cenderung selalu naik, maka seorang leader sudah tentu tak perlu terlalu dalam terjun ke tubuh tim tersebut. Seorang leader dapat mengalihkan bantuannya lebih pada tim sales yang desain matriksnya cenderung tak stabil atau bahkan menurun.

Selain itu, dengan adanya desain matriks ini setiap tim sales dapat mengetahui sampai di mana performanya selama ini. Dan ini tentu bisa menjadi motivasi lain bagi sebuah tim agar dapat terus berkembang.

Sales Motivation
Sumber Gambar: blog.sandglaz.com

4. Agendakan Rapat Umum Dengan Jajaran Manajer

Rapat umum dalam sebuah perusahaan penting dilakukan agar adanya kolaborasi dan kordinasi yang baik antara divisi sales dengan jajaran manajer. Karena itu agendakan rapat umum semacam ini dalam perusahaan Anda setidaknya seminggu sekali.

Ada banyak hal yang dapat dibahas pada rapat umum tersebut, seperti angka penjualan dan target yang diberikan nantinya, kendala yang ada di lapangan, support dari perusahaan yang dibutuhkan hingga masukan dari para peserta rapat yang dapat membantu tim sales agar lebih optimal.

5. Training Saat Dibutuhkan

Training atau pelatihan bukan hanya berguna bagi mereka yang baru akan berkecimpung sebaga sales. Tapi bagi mereka yang sudah menjadi sales pun masih perlu pelatihan. Gunanya adalah agar baik tim maupun individu dapat meng-upgrade diri melalui pelatihan-pelatihan. Apalagi apabila adanya perubahan iklim bisnis atau kondisi bisnis tertentu di pasar yang terjadi. Tim sales perlu diberikan pelatihan agar dapat bergerak sesuai kondisi yang terjadi.

Misal seperti yang terjadi saat ini, di mana tim sales juga harus bisa menguasai internet atau media sosial marketing agar tidak kalah bersaing dan dapat membuka peluang pencapaian target sales. Dengan dilakukan pelatihan di saat yang tepat, maka bukan tak mungkin motivasi tim pun akan semakin tinggi dan performanya untuk perusahaan akan terus baik.

5 Cara ini bisa Anda gunakan untuk dapat menggenjot performa tim sales tanpa harus mengiming-imingi mereka dengan insentif atau bonus melulu. Selamat mencoba!

Sales Through Community

Kebanyakan perusahaan terlalu fokus meningkatkan penjualan dengan mendompleng marketing dan sales untuk mendapatkan market baru. Tapi mereka lupa bila ada potensi market yang besar bahkan dalam jangka waktu lama yang ada di sekitar mereka. Bahkan bisa dibentuk sendiri. Ialah komunitas, bentuk lain customer base yang dapat meningkatkan penjualan.

Ya, banyak perusahaan yang terlalu sibuk melakukan penetrasi pemasaran lewat digital marketing, media sosial marketing, maupun SEO. Tapi mereka lupa untuk memanfaatkan keberadaan atau membentuk komunitas untuk kepentingan jangka panjang perusahaan.

Ada banyak hal yang membuat komunitas merupakan customer base berharga bagi sebuah perusahaan. Keberadaan komunitas bisa melahirkan pelanggan dengan loyalitas tinggi pada produk atau jasa sebuah perusahaan. Kemudian juga bisa menjadi sampel untuk mengetahui inovasi apa yang diperlukan pelanggan.

Selain itu, dengan keberadaan komunitas dapat menghemat anggaran iklan bagi sebuah perusahaan. Karena loyalitas yang dimiliki anggota-anggota komunitas tersebut membuat mereka tak segan mereferensikan produk atau jasa sebuah perusahaan pada kerabat dan teman-temannya.

Inilah fungsi komunitas yang amat berguna bagi perusahaan. Dan seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, bila komunitas bisa didekati atau dibentuk sendiri. Untuk dua hal tersebut akan di bahas di bawah ini.

Sales Through Community
Sumber Gambar: engageandprosper.com

1. Mendekati Komunitas

Pertama, sebelum membidik sebuah komunitas untuk didekati maka kenali lebih dulu komunitas tersebut. Beberapa hal yang perlu dicari tahu seperti visi dan misi, nilai yang dijunjung dan taraf ekonomi anggotanya. Untuk visi dan misi tentu harus diketahui apakah komunitas tersebut bertolak belakang dengan perusahaan Anda atau tidak. Kemudian niai yang dijunjungnya apakah dapat diterima oleh perusahaan atau tidak. Juga yang terpenting adalah taraf ekonominya apakah sesuai dengan target market perusahaan atau tidak.

Kedua, setelah mengetahui dan mengenali komunitas maka segera dekati dan masuklah menjadi bagian komunitas tersebut. Tapi poin penting di sini adalah jangan langsung mengharapkan datangnya profit. Anda harus lebih dulu memberikan manfaat kepada komunitas tersebut agar dapat dirasakan oleh para anggotanya. Beberapa manfaatnya seperti menjadi sponsor utama pada setiap kegiatan, atau memenuhi kebutuhan operasional komunitas tersebut.

Ketiga, setelah itu perusahaan harus turut andil dalam menumbuhkan komunitas tersebut. Buatlah komunitas tersebut berkembang bersama perusahaan Anda. Setelah ini, barulah Anda benar-benar bisa merasakan profit dari komunitas tersebut.

Perlu dicatat bahwa meningkatkan penjualan melalui komunitas tidaklah instan. Diperlukan dedikasi dan waktu yang tak sebentar. Waktu yang diperlukan perusahaan sekitar satu sampai dua tahun sebelum benar-benar bisa merasakan tingginya penjualan dari sebuah komunitas.

Tapi lamanya waktu dan kerasnya dedikasi sebuah perusahaan tentu akan terbayar pada loyalitas komunitas tersebut kepada perusahaan. Apalagi bila komunitas tersebut dapat berkembang besar dengan anggota yang mencapai jutaan. Maka komunitas tersebut sudah menjadi customer base yang dapat menjadi sumber pemasukan bagi perusahaan.

Sales Through Community
Sumber Gambar: billyepperhart.com

2. Membentuk Komunitas

Selain mendekati komunitas, ada cara kedua yang dikenal lebih ampuh, yakni membentuk komunitas itu sendiri. Tentu ini memerlukan waktu dan dedikasi yang lebih besar ketimbang dengan cara mendekati sebuah komunitas. Tapi cara ini sudah pernah dibuktikan oleh sebuah website.

Ada sebuah website bernama ClickinMoms yang merupakan forum berisikan para pecinta fotografi. Namun, uniknya, ClickinMoms lebih dulu membesarkan sebuah komunitas sebelum kemudian menjual produknya yang berupa newslatter, panduan fotografi dan banyak lagi. Dan jangan ditanya apakah produknya laku atau tidak. Sebab seluruh anggota komunitas atau member yang ada sudah menjadi pelanggan loyal.

Tapi bagaimana cara membentuk komunitas?

Pertama, sebagaimana tujuan komunitas, yang harus muncul di pikiran Anda bukanlah mencari keuntungan, tapi menentukan tujuan, visi dan misi, dan nilai yang dijunjung komunitas tersebut. Jadi Anda tidak boleh langsung berorientasi pada uang.

Kedua, ciptakan platform atau sarana komunikasi yang bisa digunakan oleh komunitas tersebut untuk berbagi informasi. Anda bisa ciptakan website layaknya ClickinMoms, tentunya dengan desain yang memikat, nama komunitas atau merek yang sesuai dan SEO yang baik untuk meningkatkan traffic.

Ketiga, kembangkan dan tumbuhkan komunitas tersebut. Sebagaimana yang sudah diingatkan sebelumnya, jangan langsung berusaha mencari keuntungan. Bangunlah dulu komunitas tersebut dan ciptakan kedekatan. Bisa lakukan kopdar (kopi darat) untuk bertemu muka antaranggota.

Keempat, saat komunitas sudah mulai berkembang dan loyal, mulailah perkenalkan produk Anda yang dapat menyokong aktivitas atau kebutuhan anggota komunitas Anda. Tentunya yang masih sejalan dengan pergerakan komunitas Anda. Misalkan, Anda menciptakan komunitas pecinta mobil, maka produk yang harus Anda tawarkan berkaitan dengan mobil.

Dan ingat, untuk diawal mulailah dengan lembut. Jangan terlalu sering menampilkan produk di muka. Karena nantinya justru dapat mengganggu.

Kelima, saat forum Anda mulai terkenal, maka saat itulah Anda mulai benar-benar bisa memanen buah. Anda bisa menarik biaya untuk berlangganan menjadi member atau anggota. Atau bisa memberikan level-level tertentu pada setiap member dengan tarif dan pelayanan yang berbeda. Misal, untuk level terendah bisa gratis tapi tak bisa melihat postingan pada forum. Sementara di level tertinggi akan dapat konsultasi gratis.

Hingga kemudian di momen yang tepat Anda juga bisa menjual produk Anda yang masih berhubungan dengan komunitas tersebut. Dan Anda bisa kolaborasikan dengan forum tersebut. Misal, untuk anggota di level tertentu dapat diskon khusus produk tertentu.

Sekarang, Anda bisa bayangkan betapa mudahnya menjual produk ke sebuah komunitas yang anggotanya sudah loyal. Sehingga Anda pun sudah tak perlu lagi bingung-bingung atau menghabiskan uang untuk beriklan demi mendapatkan market baru. Lewat komunitas, market justru datang kepada Anda. Karena komunitas adalah bentuk lain customer base yang dapat meningkatkan penjualan perusahaan Anda.

Sales Through Messenger

Semakin akrabnya kita dengan smartphone yang terkoneksi internet, maka semakin akrab juga kita dengan aplikasi messenger. Dulu, BBM merupakan aplikasi messenger yang paling laris digunakan oleh banyak orang. Kemudian disusul Whats App, Line, WeChat dan banyak lagi.

Mulanya kita mengenal aplikasi messenger sebagai pengganti SMS. Namun seiring waktu mereka yang berkecimpung di dunia marketing melihat peluang. Aplikasi messenger pun kemudian bertransformasi menjadi alat marketing. Kini tak salah bila aplikasi messenger pun masuk ke dalam strategi marketing yang diperhitungkan.

Tak heran juga bila kemudian aplikasi messenger semakin melengkapi fiturnya untuk kebutuhan digital marketing. Salah satunya yang cukup popular di Indonesia adalah Line dengan fitur Line@ (dibaca Line at) yang dapat digunakan bagi pelaku bisnis.

Bila Anda merupakan salah satu yang tertarik atau mungkin sudah menggunakan aplikasi messenger sebagai alat marketing tapi belum menemukan hasil maksimal, maka Anda perlu mengetahui beberapa rahasia ini.

1. Buat Grup untuk Pelanggan Anda

Manfaatkan aplikasi messenger untuk semakin dekat dengan pelanggan. Semakin dekat Anda dengan pelanggan maka semakin Anda terhubung dengan mereka. Dengan begitu loyalitas mereka pada merek Anda pun dapat terjamin.

Anda bisa mulai dengan membuatkan grup. Tak perlu di semua aplikasi messenger, cukup pilih satu atau dua aplikasi. Misalnya Line dan Whats App. Sampaikan tujuan grup tersebut dibuat untuk memudahkan pelanggan dalam memberikan kritik dan saran. Termasuk mendapatkan info berbagai promo terbaru yang dapat meningkatkan penjualan.

Selain itu Anda juga bisa mengatur sesi pembahasan di setiap periode dengan melibatkan pelanggan langsung. Misal, Anda bisa membuat diskusi seputar model produk atau layanan impian para pelanggan, tema promo atau poster iklan yang bagus, atau keluhan yang masih sering terjadi.

Sales Through Messenger
Sumber Gambar: theregister.co.uk

2. Perbanyak Kontes

Kontes merupakan salah satu hal yang banyak diburu. Dengan memperbanyak kontes tentu akan banyak animo yang muncul. Tapi pastikan bila kontes tersebut masih bersentuhan dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Anda bisa memanfaatkan hari besar atau hari raya untuk membuat kontes. Hal ini bukan hanya berguna untuk mendatangkan animo, tapi dapat meningkatkan penjualan bila Anda turut memberikan promo khusus juga. Jadi mulailah menandai berbagai tanggal dan hari di kalender perusahaan sekarang.

3. Buatlah Emoticon dan Stiker Sendiri

Line merupakan salah satu aplikasi messenger yang paling banyak digunakan sebagai saluran digital marketing perusahaan. Pasalnya banyak fitur Line yang mendukung kegiatan marketing. Selain Line@, ada juga fitur stiker yang disediakan oleh Line.

Fitur ini telah banyak dimanfaatkan merek besar untuk dapat menjaring konsumen. Malah meningkatkan loyalitas konsumen. Dari pembuatan stiker itu juga sebuah merek dapat mengumpulkan data keterpopuleran merek dengan menganalisa jumlah pengunduh.

Starbucks Indonesia dan Baskin Robbins Indonesia merupakan segelintir merek besar yang sudah membuat stikernya sendiri di Line. Bukan tidak mungkin bila hal serupa bisa diadopsi di aplikasi messenger lain seperti WeChat, BBM dan WhatsApp.

Sales Through Messenger
Sumber Gambar: creator.line.me

4. Permudah Konsumen Berbelanja Lewat Aplikasi Messenger

Barangkali strategi marketing perusahaan di era digital marketing ini dalam peningkatan penjualan lebih tertuju pada penyediaan toko online dan aplikasi mobile. Hal tersebut tak seutuhnya salah, tapi tak sepenuhnya benar secara mutlak juga. Karena di era digital ini yang menjadi kunci utama adalah ‘kemudahan’. Semakin Anda memudahkan konsumen maka konversi penjualan akan semakin tinggi.

Sekalipun Anda sudah memiliki toko online dan aplikasi mobile, tapi alangkah baiknya bila toko tersebut di-support oleh aplikasi messenger. Segala pemesanan, keluhan hingga pembayaran dapat disampaikan oleh konsumen melalui aplikasi messenger. Lagi-lagi, Line merupakan salah satu aplikasi messenger yang paling support dalam hal marketing. Pasalnya Line sudah menyediakan fitur domper virtual bernama Line Pay untuk mempermudah konsumen berbelanja melalui Line.

Selain Line, ada juga Snapchat yang meluncurkan aplikasi Snapcash pada 2015. Kemudian ada WeChat yang sudah bekerja sama dengan Western Union sehingga memungkinkan pengguna WeChat di Amerika dapat mengirimkan uang ke lebih dari 200 negara di dunia. Ke depan, bukan hal yang mustahil bila aplikasi messenger lain mengikuti.

Di tahun 2015, lebih dari 1,4 miliar orang di seluruh dunia telah menggunakan aplikasi messenger. Angka tersebut 32% lebih tinggi dari tahun 2014. Melihat pertumbuhan tersebut, banyak peneliti yang memperkirakan akan ada pelonjakan pengguna aplikasi messenger menjadi 2 miliar orang di tahun 2018.

Dengan pertumbuhan yang semakin naik, tentu sudah saatnya Anda mulai serius menjajaki aplikasi messenger sebagai saluran digital marketing mulai dari sekarang. Karena melihat potensi pasar yang tinggi untuk meningkatkan penjualan ke depannya nanti. Dan bersama ini jelas bahwa sebuah tantangan sudah menanti merek Anda di depan, yakni bagaimana memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan penjualan.

Earning Trust

Bicara soal bisnis, baik sifatnya online shop, e-commerce, produk atau pun layanan jasa, saat ini sudah banyak merebak. Apalagi hal tersebut didukung dengan semakin majunya teknologi saat ini. Namun justru hal tersebutlah yang justru menimbulkan tantangan baru, yakni meyakinkan konsumen.

Tak bisa dipungkiri bahwa saat ini masyarakat kita sudah semakin kritis. Apalagi banyak bermunculannya bisnis abal-abal, seperti online shop yang menjual produk berkualitas rendah, membuat masyarakat kita akhirnya jadi lebih waspada dan jeli. Itu tidak salah dan sudah menjadi fenomena lazim saat ini dan ke depan nanti.

Inilah tantangan yang harus lebih dulu ditundukkan bagi para startup. Karena bila kepercayaan konsumen saja belum dapat Anda bentuk, maka jangan harap bisnis Anda akan berkembang. Untuk itu, siapkan 6 hal ini supaya konsumen percaya pada bisnis Anda.

1. Buatlah Website atau Blog

Hal pertama yang akan dilakukan konsumen saat mendapati suatu bisnis yaitu mencari informasi sebanyak-banyaknya. Dan salah satu tempat pusat informasi yang paling mudah ditemukan adalah website. Saat ini website bisa disebut sebagai bentuk digital company profile. Karena itu apa pun bisnis Anda saat ini segeralah membuat website sebagai pusat informasi bagi konsumen Anda.

Membuat website memang tidak murah. Setidaknya Anda harus merogoh kantong untuk membeli domain, membayar orang untuk mendesain atau membeli template yang sesuai dan sebagainya sampai website Anda dapat beroperasi. Tapi bila Anda tidak memiliki cukup dana, Anda bisa memulainya dengan membuat sebuah blog.

Selain gratis, blog cenderung lebih mudah digunakan. Dan yang terpenting adalah masukan berbagai informasi penting tentang profil perusahaan dan produk atau jasa yang Anda tawarkan di dalamnya.

2. Update Produk atau Jasa yang Anda Tawarkan Secara Berkala

Meng-update produk atau jasa yang Anda tawarkan di setiap waktunya menandakan bahwa bisnis Anda  masih terus berjalan dan Anda terus berinovasi. Sekalipun Anda menawarkan sebuah jasa, Anda bisa meng-update informasi terkait promo diskon atau semacamnya.

Update secara berkala dan konsisten adalah kunci mendapatkan kepercayaan konsumen. Karena dengan begitu kepercayaan konsumen terhadap bisnis Anda pun dapat meningkat.

Earning Trust
Sumber Gambar: mmbiztoday.com

3. Perluas Relasi

Mungkin Anda sering mendengar sebuah ungkapan lawas seperti, “Percuma pintar kalau punya sedikit teman” atau “Kalau mau sukses perbanyaklah relasi”. Dua ungkapan itu terbukti benar bila melihat kenyataan saat ini. Pasalnya tak sedikit bisnis yang berkembang berkat kuat dan luasnya relasi yang dimiliki oleh Owner.

Luas dan kuatnya relasi pun bisa menjadi faktor yang membuat konsumen percaya terhadap bisnis Anda. Sebab sudah pasti relasi-relasi Anda akan memberikan komentar positif terhadap bisnis Anda. Hal itulah yang akan mendorong kepercayaan konsumen terhadap bisnis Anda.

4. Jangan Pelit Pada Konsumen

Sebagai pembeli pastinya kita tidak mau kalau sampai salah beli. Apalagi kalau uang yang dikeluarkan tergolong besar. Takut-takut justru produk yang kita beli zonk! Keraguan seperti itulah yang perlu Anda hilangkan dari benak konsumen Anda.

Jangan pelit demi dapat meyakinkan konsumen Anda. Dan cara untuk meyakinkan konsumen Anda adalah membiarkan mereka tahu seperti apa produk Anda. Ada banyak cara untuk melakukan hal itu, seperti memberikan diskon besar di awal agar konsumen bersedia membeli produk atau jasa Anda. Atau bisa juga dengan memberikan konsultasi gratis.

Tujuannya adalah agar konsumen dapat merasakan dan membandingkan sendiri produk atau jasa yang Anda tawarkan dengan yang lain. Bila senang dan puas, sudah pasti mereka akan membeli produk atau jasa Anda lagi sekalipun tidak diskon.

Earning Trust
Sumber Gambar: zeendo.com

5. Bentuk Kesan Pertama yang Baik di Benak Konsumen

Kesan pertama selalu menjadi penentu apakah konsumen masih mau membeli produk atau jasa Anda ke depannya. Karena itu pastikan Anda membentuk kesan pertama yang baik di benak konsumen.

Bila kesan pertama saja sudah buruk, maka jangan harap konsumen tersebut mau membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan untuk kedua kalinya. Sekalipun Anda memberikan produk atau jasa secara gratis sebagai tanda maaf, pastinya hal tersebut tak banyak menolong. Meskipun cara tersebut patut dicoba, namun pastikan bahwa Anda membentuk kesan pertama yang baik di benak konsumen.

Sebab dengan memberikan kesan yang baik di awal, maka Anda tak perlu memberikan produk atau jasa ekstra untuk menebus kesalahan Anda, kan?

6. Tunjukkan Testimoni Pelanggan

Jangan malas mengumpulkan data pelanggan Anda. Apa pentingnya? Selain untuk memudahkan Anda memberitakan info promo atau produk baru kepada konsumen, Anda pun bisa menghubungi mereka untuk mendapatkan testimoni pelanggan. Setelah mendapatkannya, Anda bisa pilih testimoni yang paling baik untuk Anda tampilkan di laman website hingga media sosial.

Cara ini patut Anda lakukan untuk menumbuhkan kesan “terpercaya” bisnis Anda dan menarik konsumen baru nantinya.

Small Business Technology Trend

Perubahan di dunia teknologi tentunya buka hal baru, namun tetap saja bisa menyulitkan para pemili usaha sendiri. Jika Anda pemilik usaha kecil, besar kemungkinan Anda pun melakukan beberapa pekerjaan dalam memastikan bisnis berjalan dengan lancar seorang diri. Jika sudah demikian, akan sulit bagi Anda untuk mempelajari tren terkini dan mengadaptasinya. Meski begitu, tidak semuanya harus Anda ketahui dan kuasai, dan beberapa di antaranya yang cukup penting untuk kelangsungan bisnis Anda meliputi:

1. Penggunaan aplikasi mobile phone bagi tim sales

Diperkirakan, penggunaan aplikasi berbasis smartphone untuk memperlancar penjualan dan urusan bisnis serta transaksi akan mengalami pertumbuhan hingga sebesar 140% dalam dua tahun mendatang. Semakin terjangkaunya harga smartphone, berpadu dengan semakin cepatnya proses pembangunan aplikasi pada mobile phone membuat usaha kecilpun sudah mulai menyesuaikan dengan tren ini karena mudahnya segala sesuatu yang dikontrol dari sebuah smartphone. Dalam hal sales, saat semuanya bisa dilakukan dalam smartphone dari mana saja, bisnis pun dapat berjalan semaksimal mungkin dan hampir tanpa batasan.

Small Business Technology Trend
Sumber Gambar: huffingtonpost.com

 

2. Pemilik usaha kecil mulai menggunakan aplikasi smartphone untuk mendukung kegiatan customer service

Peningkatan penggunaan dan aktivitas layanan customer menggunakan mobile apps akan meningkat hingga sebanyak 219% dalam dua tahun ke depan. Tidak hanya tim sales yang menggunakan aplikasi dalam smartphone, aktivitas interaksi dengan customer pun juga mulai mengadaptasi penggunaan aplikasi. Solusi berupa koneksi dengan customer untuk memastikan kepuasan customer, akses ke Customer Relationship Management atau CRM serta sistem inventaris customer berupa informasi kecenderungan dan analitik mengenai customer dapat diakses oleh para pelayan customer. Dengan demikian, bisnis modern yang bisa menyesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan customer pun juga tersedia untuk bisnis kecil.

3. Aplikasi untuk melakukan promosi dan marketing

Sebanyak 62% peningkatan penggunaan aplikasi otomasi marketing dan promosi untuk para pemilik bisnis kecil digadang-gadang akan menjadi tren selanjutnya di dunia bisnis. Marketer di zaman serba digital seperti ini memiliki banyak sekali tuntutan karena channel marketing yang tidak lagi hanya satu, serta adanya tanggung jawab untuk mendatangkan leads-leads atau potensi customer yang akan melakukan transaksi. Tidak hanya itu, marketer zaman sekarang juga perlu memikirkan strategi mengkomunikasikan bisnisnya, dan hal itu tidak luput juga dari perhatian bisnis kecil. Otomasi marketing dengan aplikasi membantu bisnis kecil memasarkan bisnis mereka dengan se-efisian dan se-efektif mungkin. Otomasi marketing juga makin diperlukan karena adanya sinkronisasi dengan Customer Relation Management serta sales yang saling berkolaborasi sehingga dapat menciptakan pengalaman terbaik untuk customer.

Small Business Technology Trend
Sumber Gambar: emmazanti.net

 

4. Penggunaan analitik prediksi bagi bisnis kecil

Pertumbuhan sebesar 139% akan diprediksi terjadi bagi para pemilik bisnis kecil dalam hal penggunaan analitik. Bisnis yang ingin bertahan, baik masih kecil ataupun sudah besar dengan jangkauan luas, pasti mengintegrasikan analitik ke dalam bisnis sehingga semuanya terekam dan didasarkan oleh data yang akurat. Tim sales maupun tim layanan akan menggunakan data anilitik demi mengumpulkan insights atau masukan yang berguna untuk menganalisa kebutuhan customer dan prediksi arah bisnis serta strategi yang tepat untuk memenuhi keperluan customer.

Apakah bisnis kecil Anda juga sudah mengadaptasi keempat tren berikut?

Manufacturing Industry Trend

Masa depan layanan customer industri manufaktur sedikit demi sedikit mengalami perubahan dan penyesuaian dengan kemajuan teknologi. Bagi Anda yang ada di industri manufaktur dan penyedia jasa serta produk ke csutomer yang juga menyediakan bisnis, tren terkini dalam layanan customer Anda harus juga Anda perhatikan secara saksama. Sudah berlalu waktu di mana pengiriman terlambat masih menjadi isu serta penugasan teknisi yang masih kurang memenuhi ekspektasi.

Untuk bisa memiliki tim pelayanan dengan performa terbaik, Anda perlu memahami sudut pandang customer yang juga unik dan dapat menjadi kunci perubahan dalam cara Anda menghadapi customer. Customer Anda tidak pernah melihat departemen yang berbeda-beda di dalam perushaan Anda, customer Anda hanya melihat satu perusahaan dan jika satu brand atau bisnis yang mereka kenal ini menyediakan layanan yang tidak konsisten, 78% dari customer terbukti akan berpindah brand. Demi menanamkan relasi mendalam dengan customer Anda dan membuat mereka loyal terhadap brand Anda, interaksi dengan customer haruslah konsisten di tiap departemen.

Tren layanan customer yang penting untuk diketahui oleh semua pelaku bisnis manufaktur tersedia sebagai berikut untuk Anda terapkan:

1. Teknologi yang tersedia telah membuat customer Anda untuk memindahkan bisnis mereka untuk berpartner dengan bisnis lain selain Anda

Consumers Anda bukanlah orang tanpa akses teknologi dan teknologi telah memperkuat dan membuat pengambilan keputusan mereka semakin mudah dan cepat, termasuk untuk berganti partner jika tidak sesuai ekspektasi. Loyalitas memang bukan lagi hal yang mudah diperoleh bagi bisnis di bidang manufaktur, namun teknologi yang dimanfaatkan dengan benar dapat membuat para pelaku bisnis manufaktur bisa membangun relasi mendalam dengan pemahaman yang menyeluruh pada kebutuhan customer dan pada prosesnya mampu melakukan upsell pada customer yang sudah tersedia.

2. Untuk mendapatkan dan menjaga relasi dengan customer, para pelaku industri manufaktur perlu memprioritaskan pembangunan relasi

Pengumpulan data dalam metriks internal yang dimiliki oleh sistem operasional para pelaku manufaktur haruslah membuat aktivitas bisnis lebih efisien, sanggup menekan pengeluaran dan memperbaiki margin. Pengumpulan data internal sangatlah penting dan dibutuhkan, namun sistem yang ada dan banyak digunakan masih saja kurang mampu memenuhi kebutuhan pelaku bisnis manufaktur untuk dapat memahami customer dan melebarkan sayap bisnis. Kini, 71% dari layanan manufaktur ini sudah lebih terfokus pada pembangunan relasi customer dalam setahun belakangan. Interaksi dengan layanan personal pun sudah mulai ditingkatkan.

Manufacturing Industry Trend
Sumber Gambar: eHow.com

3. Pelaku industri manufaktur akan meningkatkan budget layanan mereka dalam 2 tahun ke depan

Layanan customer menjadi sesuatu yang krusial dalam sebuah bisnis dan para pelaku manufaktur tidak lagi bisa mengandalkan kualitas produk saja untuk memenangkan deal. Customer experience menjadi sesuatu yang tidak bisa diabaikan sebagai salah satu elemen kompetitif yang dimiliki sebuah bisnis untuk mengungguli saingannya. Karenanya, peningkatan budget dalam area layanan customer perlu mendapatkan peningkatan.

4. Berpartner dengan sales untuk melebarkan sayap bisnis

Pada sektor manufaktur, dua departemen yang paling harus saling menopang dan bekerja sama adalah departemen penyedia layanan customer serta departemen sales. Dengan memiliki pandangan lengkap mengenai customer, di mana para pengguna bisnis Anda mudah mengaksesnya, tim sales dan pemberi layanan akan sama-sama sukses dan berhasil. Kesempatan dan potensi pun menjadi lebih mudah diidentifikasi dan dapat dengan cepat memberikan notifikasi pada tim sales.

Manufacturing Industry Trend
Sumber Gambar: industrialin.com

5. Layanan oleh pelaku industri manufaktur menjadi semakin cepat, pintar dengan teknologi seperti Internet of Things dan Artificial Intelligence

Pelaku manufaktur dengan pintar telah mulai menginvestigasi kegunaan Aritficial Intelligence atau AI untuk semua area bisnis manufaktur, mulai dari layanan pembantu yang langsung mengantisipasi kebutuhan customer hingga alat yang saling terkoneksi untuk setiap analisa kebutuhan customer.
Apa saja yang sudah mulai Anda aplikasikan ke bisnis manufaktur Anda?

Affiliate Marketing Framework

Apakah Anda berada di tim pengembangan bisnis atau bisnis development di dalam perusahaan Anda? Jika jawabannya ya, maka Anda pasti paham betul betapa makan waktunya urusan pengembangan bisnis dan sulitnya pengukuran keuntungan dalam pengembangan bisnis ini. Negosiasi harus diatur sedemikian rupa agar fokus dan efektif serta menyeluruh mencakup partner dengan skala bisnis menengah hingga skala kecil.

Menggunakan framework affiliate marketing dalam strategi pengembangan bisnis akan menghemat banyak biaya dibandingkan dengan pendekatan manual di mana uang dikeluarkan di awal. Dengan framework ini, bisnis akan lebih mudah menjalankan strategi dan melaksanakan pengukuran yang jelas, memperoleh lebih banyak lagi kesempatan mengembangkan bisnis dan membuka jalur partnership tanpa harus mengulangi dari nol lagi.

Transisi inilah yang memastikan kesederhanaan metode framework affiliate marketing ini. Semuanya akan berdasarkan pada performansi dan partnership yang saling menguntungkan dengan sistem yang terekam jelas dan mudah melakukan pelaporan.

Kemudian, adanya peningkatan dari proses manual yang hanya memungkinkan pengembangan bisnis untuk fokus kepada partner yang merupakan pemain besar saja pun membatasi ruang gerak bisnis dari segi teknologi, waktu, sumber daya, hingga kapasitas untuk mengatur dan memanajeri lebih banyak dari satu partner besar.

Berikut ini beberapa keuntungan memiliki framework ini untuk bisnis Anda.

1. Teknologi dari Affiliate Marketing memungkinkan bisnis untuk mengautomasi hal-hal seperti kontrak, melacak performansi, dan perekaman data. Proses komunikasi pun menjadi lebih tertata dan memungkinkan terbentuknya relasi berdasarkan pada brand. Tambahan lagi, model bisnis seperti ini memungkinkan adanya fleksibilitas dalam hal partnership. 

Affiliate Marketing Framework
Sumber Gambar: earnalivingworkingonline.com

2. Adanya kebebasan bagi tim pengembangan bisnis untuk berfokus pada penciptaan partnership baru yang bernilai dibandingkan dengan terus-menerus melakukan pelacakan mengenai performa selama ini. Pendekatan framework demikian juga memungkinkan adanya motivasi bagi partner pengembangan bisnis karena mereka mampu melihat semuanya secara real time.

Affiliate Marketing Framework
Sumber Gambar: growtraffic.com

3. Adanya rule 80/20 yang memungkinkan adanya fokus kustomisasi bagi partner besar oleh tim pengembangan bisnis. Pada saat yang bersamaan, partner bisnis kecil dan menengah tetap berinteraksi dengan bisnis Anda lewat sistem manajemen Affiliate Marketing ini. Hal ini pun menjadi praktek Prinsip Pareto, di mana 80 persen hasil tercipta dari 20 persen usaha.

Apakah menurut Anda metode framework affiliate marketing cocok untuk bisnis Anda?

Millennials Myth in Marketing

Ada banyak sekali opini yang berseliweran mengenai Millennials dan cara terbaik menargetkan mereka sebagai konsumer bisnis kita. Kebanyakan dari opini mengenai Millennials sangat mudah melabeli Millennials dan menarik kesimpulan sepihak. Padahal, melakukan hal seperti ini tanpa riset terhadap konsumer potensial nyata dengan kelompok usia kelahiran tahun akhir 80an hingga awal 2000an akan sangat merugikan bisnis Anda.

Berikut ini beberapa anggapan salah yang sebaiknya mulai Anda perhatikan dan tidak percaya begitu saja secara mentah-mentah.

1. Millennials bukanlah anggota tim yang loyal

Millennials sering sekali dilabeli sebagai generasi narsis yang hanya peduli pada dirinya sendiri dan memiliki banyak sekali tuntutan dan tidak mampu berkomitmen. Memang benar para anggota tim yang merupakan golongan Millennials sangat siap dan berani “melompat” dari jenjang karir satu ke karir lain. Meski begitu, hal ini tidak berbeda dari generasi lain. Sama saja dengan generasi di atas usia Millennials, dalam usia 20an generasi X atau mereka yang lahir di bawah tahun 1989an juga mengaku mau bertahan di suatu perusahaan hanya selama 3 tahun saja, sesuai dengan survey oleh Deloitte. Semua orang yang masih muda akan memiliki kecenderungan demikian dan tidak hanya Millennials.

Millennials Myth in Marketing
Sumber Gambar: pure-potential.co.uk

2. Millennials merupakan sosok yang hanya memikirkan dan memuja diri sendiri alias narsis

Semua media dan informasi seringkali menunjuk pada betapa narsisnya generasi Millennials. Pelabelan sepihak ini membuat Millennials cenderung menilai dirinya lebih rendah dibandingkan dengan generasi lainnya sebelum Millennials. Hanya segelintir saja kaum Millennials yang menganggap diri mereka pekerja keras dan bertanggung jawab, yaitu hanya sekitar 36% dan 24% masing-masing. Padahal, riset membuktikan bahwa 70% kaum Millennials merupakan generasi yang murah hati dan sangat interaktif. Mereka peduli terhadap gerakan-gerakan positif dan berjiwa sosial tinggi.

3. Millennials merupakan generasi pemalas

Mitos lainnya mengenai Millennials adalah bahwa kaum ini merupakan kaum pemalas. Padahal, sebuah investigasi yang dilakukan di Amerika pada generasi Millennials-nya menunjukkan bahwa sebanyak 43% dari kaum ini merupakan generasi yang paling jarang mengambil jatah cuti karena perasaan bersalah, gengsi hingga takut akan digantikan. Rasa kompetitif yang besar dan keinginan untuk mengalami lompat karir secepat mungkin merupakan pendorong Millennials jarang mengambil cuti.

4. Millennials tidak menyukai dan tidak mau bekerja dari jam 9 pagi ke jam 5 sore

Anggapan salah lainnya mengenai Millennials adalah adanya anggapan bahwa mereka menganggap diri mereka spesial sehingga tidak layak melakoni kerja kantoran yang mengharuskan duduk di dalam kubikel kerja dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Ketidaksabaran yang dianggap masyarakat dimiliki oleh kaum Millennials membuat banyak orang menganggap mereka cenderung ingin menjadi penemu Facebook atau Snapchat berikutnya dan berusaha mendapatkan dana untuk membangun bisnis gila ide mereka lewat situs-situs pendanaan publik atau crowdfunding. Memang benar banyak Millennials memiliki pola pikir memulai bisnis mereka sendiri jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Meski begitu, bukan berarti Millennials tidak mampu berkomitmen dalam pekerjaan kantoran.

Millennials Myth in Marketing
Sumber Gambar: entrepreneur.com

5. Millennials tidak puas bekerja tanpa tersedianya makanan, meja ping pong, kursi bean bag, promosi yang sering terjadi serta kesempatan untuk berolahraga

Menilai dari kantor Google yang menjadi impian banyak Millennials karena adanya makanan gratis, waktu liburan tak berbatas serta kantor yang memungkinkan membawa binatang peliharaan, banyak perusahaan yang menargetkan anggota tim Millennials secara kreatif memikirkan kantor seperti apa yang akan membuat kaum Millennials betah. Karenanya, muncul pula anggapan bahwa Millennials merupakan generasi yang tidak pernah puas. Padahal, Millennials dan hal-hal yang menurut mereka penting sebenarnya tidak jauh berbeda dari generasi sebelumnya, di mana mereka mengharapkan adanya interaksi satu dengan yang lain, adanya rasa memiliki pada perusahaan tempat mereka bekerja, adanya rasa dihargai sehingga bisa menghargai kepemimpinan dalam perusahaan dan adanya dorongan untuk merekomendasikan tempat kerja ke rekan mereka.

Mana saja mitos yang selama ini Anda percayai mengenai Millennials?