Qontak WhatsApp

Pengertian B2B dan B2C serta Perbedaannya

perbedaan b2b dan b2c

Pelajari apa itu B2B dan B2C, perbedaannya, dan gaya pemasaran keduanya!

B2B dan B2C adalah suatu jenis model bisnis. Dua jenis model ini disebut juga Business to Business (B2B) dan Business to Customer (B2C)

Secara umum, pengertian bisnis ialah tidak terlepas dari proses produksi, penjualan, pemasaran, dan pertukaran barang atau jasa. Ketika sebuah bisnis dibangun, salah satu hal utama adalah menentukan target pasar. Apakah bisnis ini akan menjual produk/jasanya ke individu atau sebuah bisnis lainnya. Menentukan target pasar adalah kunci keberhasilan sebuah bisnis. Tanpa target pasar yang jelas, sudah pasti akan sulit untuk mengembangkan bisnis itu sendiri.

Apa itu B2B dan B2C?

B2B dan B2C muncul untuk membedakan antara bisnis yang bertujuan untuk menjual produk atau jasanya langsung ke konsumen akhir (B2C) dengan bisnis yang bertujuan untuk menjual produk atau jasanya ke perusahaan lainnya (B2B).

Dan sebagaimana bisnis pada umumnya, dua model bisnis ini pun memiliki cara pemasaran yang sama. Mulai dari direct sales hingga digital marketing. Sekalipun tampak sama, pada dasarnya konten yang dimuat B2B dan B2C sangat berbeda. Sebab, kedua model bisnis ini memiliki objektif yang berbeda.

Selalu ada momen ketika perbedaan umum ini tidak sepenuhnya menjelaskan. Misalnya, tidak semua produk dan layanan B2B kompleks, tetapi rata-rata, mereka lebih kompleks daripada produk dan layanan B2C.

Baca Juga: Marketing Automation: Pengertian, Manfaat, Contohnya

Apa Perbedaan B2B dan B2C?

Perbedaan utama antara bisnis B2B dan B2C adalah pelanggan yang dituju. B2B menjual ke bisnis yang menjual kembali produk, sementara B2C menjual langsung ke konsumen akhir. Untuk lebih lengkapnya, kami merangkum perbedaan B2B dan B2C pada tabel di bawah ini:

B2B

B2C

Sasaran Pelanggan Memasarkan kepada stakeholder. Seperti eksekutif, product user, staf IT, atau manajer. Individual buyer
Kedalaman Konten Informasi produk detail Deskripsi lebih ringkas dan luas
Sifat Pesan Pelanggan B2B lebih logis dan rasional dengan basis pemikian ROI Pelanggan B2C cenderung emosional. Terkadang beli dengan impulsif
Harga Harga yang ditawarkan B2B cenderung tinggi. Karena itu pelanggan lebih detail dan harus jelas dalam menerima informasi Harga pada bisnis B2C cenderung rendah karena keadaan pasar dan akses mendapat barang sudah banyak.
Skala Penggunaan Pelanggan B2B membeli untuk digunakan banyak orang. Biasanya dalam skala perusahaan Pelanggan B2C karena banyak individu maka cenderung beli untuk keperluannya sendiri
Pola Penjualan Proses penjualan lebih lama. Aktivitas penjualan tidak berhenti sampai barang terjual, B2B perlu menjaga pelanggan agar tetap menjadi klien mereka melalui pelayanannya yang baik. Pelanggan B2C tidak lama untuk menentukan pembelian. Mereka akan dengan mudah memutuskan untuk membeli produk.
Jenis Konten Bersifat edukatif. Karena untuk menjaga klien dan memberi informasi yang solutif khususnya terkait bisnis. B2C cenderung tidak perlu mengeluarkan jargon apapun. Cukup membuat konten yang menyenangkan.
Hubungan dengan Pelanggan B2B menjaga hubungan dengan pelanggan lebih panjang dan sebagai aset. Sehingga apabila melihat pada sales funnel, customer retention sangat penting dalam model bisnis B2B Pelanggan B2C cenderung tidak loyal. Mereka baru akan menghubungi customer support apabila terjadi hal tertentu

Perbedaan B2B dan B2C perlu diperhatikan. Sebab bila Anda sampai salah memilih gaya pemasaran yang sesuai dengan model bisnis Anda, maka sudah pasti aktivitas yang Anda lakukan akan melenceng dan hasil tak sesuai harapan.

Bagaimana Gaya Pemasaran B2B (Business to Business)?

Model bisnis B2B biasanya memiliki proses pemasaran yang lebih lama dibandingkan model bisnis B2C. Sebab, model bisnis ini perlu fokus dalam membangun komunikasi dengan sebuah perusahaan. Di sinilah gaya pemasaran B2B yang berbeda dengan B2C perlu diterapkan.

Sebab sadar akan proses pemasaran yang panjang, perusahaan B2B perlu menggunakan gaya pemasaran dengan tujuan memberikan edukasi terlebih dahulu pada perusahaan yang ditargetkan. Sebab model bisnis ini mengharuskan Anda untuk berhadapan dengan regulasi perusahaan yang harus melibatkan lebih dari satu orang dalam mengambil keputusan. Berikut adalah teknik pemasaran yang cocok untuk B2B:

1. Email Marketing

Email Marketing-Mitos Media Sosial

Sebagai langkah awal edukasi Anda bisa menerapkan email marketing. Seperti yang sudah dijelaskan di awal bila cara pemasaran yang dilakukan memang sama, tapi untuk isi konten jelas berbeda. Dan sebagaimana tujuan memberi edukasi terlebih dahulu, maka Anda bisa membuat materi kampanye untuk email marketing yang akan mengarahkan target market pada website Anda yang berisikan tentang penjelasan mendalam mengenai produk atau jasa yang Anda tawarkan.

2. Telemarketing

8 tips-telemarketing-sukses

Setelah itu Anda bisa teruskan penawaran melalui surat langsung, telemarketing hingga tindak lanjut oleh bagian penjualan Anda agar dapat presentasi langsung hingga berdiskusi mengenai kebutuhan bisnis secara terperinci.

Selain itu, pasar B2B yang notabenenya merupakan orang-orang pengambil keputusan di dalam sebuah perusahaan pasti haus akan pengetahuan dan informasi. Karena pasti mereka tak ingin asal dalam memilih atau membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan sebab menyangkut masa depan perusahaan. Untuk itu Anda perlu memperdalam materi pemasaran Anda.

3. Konten Media Sosial atau Konten Digital

social crm

Pada hal ini Anda perlu menjadikan konten Anda sebagai raja. Buatlah pesan atau konten yang disampaikan mendalam dengan meyakinkan kepada mereka kelebihan apa yang Anda tawarkan dibanding kompetitor. Dan biasanya perusahaan akan lebih mempertimbangkan bila produk atau jasa Anda dapat menghemat waktu, uang dan sumber daya mereka.

Yakinkan juga pada mereka berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa balik modal dari investasi yang dikeluarkan setelah membeli prdouk atau jasa Anda. Berikan juga penjabaran yang jelas agar mereka dapat memiliki gambaran yang sama.

Bagaimana Gaya Pemasaran Business to Customer (B2C)?

Model bisnis B2C bisa dikatakan merupakan model bisnis paling lumrah. Sebab kebanyakan pelaku bisnis memang terjun ke model bisnis ini. Tapi kendati demikian bukan berarti pelaku bisnis B2C bisa asal dalam merencanakan pemasaran. Sebab bila salah, sudah pasti hanya buntung yang didapat.

Pemasaran B2C memiliki tujuan utama agar pembeli bisa selalu kembali. Atau menjadikan konsumen menjadi loyal. Dan sudah pasti berbeda dengan model bisnis B2B, proses pemasaran B2C lebih singkat sebab langsung menuju pada individu yang dapat langsung mengambil keputusan untuk membebeli saat itu juga. Bahkan dapat kembali dalam beberapa hari kemudian.

Dan berbeda dengan model bisnis B2B, target market B2C cenderung tak tertarik dengan konten pemasaran yang amat panjang atau mendalam. Artinya, Anda perlu memikirkan konten yang:

  • Ringkas
  • Sederhana
  • Mudah dimengerti terkait manfaat produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Dalam model bisnis ini, Anda harus menjalankan strategi pemasaran yang efektif pada pelanggan. Lebih lagi, biasanya pelanggan B2C bukan hanya memikirkan soal manfaat produk atau jasa Anda terhadapnya, tetapi juga mempertimbangkan pada berbagai kemudahan dan keuntungan yang Anda berikan. Reward, merchandise, voucher diskon dan kemudahan menukar barang masih menjadi gaya pemasaran paling menarik bagi model bisnis ini.

Saya Mau Coba Gratis Qontak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Qontak Sekarang!

Permudah Teknik Pemasaran B2B dan B2C Anda Sekarang!

b2b dan b2c

Baca Juga: CRM Marketing: 5 Metode CRM untuk Marketing Bisnis

Semua teknik pemasaran B2B dan B2C akan lebih mudah jika Anda memiliki bantuan berupa aplikasi CRM Qontak.com! Aplikasi CRM Qontak.com terintegrasi dengan layanan aplikasi marketing sehingga Anda tidak perlu repot lagi dalam melakukan pemasaran. Selain itu, aplikasi CRM Qontak.com juga dapat dihubungkan dengan WhatsApp Business API dan beberapa layanan pesan singkat lainnya seperti Line dan Telegram.

Qontak.com dapat memberikan solusi khususnya pada B2B untuk meningkatkan penjualan dan otomatisasi layanan pelanggan melalui Instagram API, Omnichannel Facebook Messenger, dan WhatsApp Business API. Semua layanan pelanggan pada social media Anda dapat dijalankan dalam 1 platform. Terlebih, Qontak.com telah dipercaya lebih dari 1000 bisnis untuk meningkatkan usahanya. Coba gratis penawaran kami hari ini. Atau dengan mengisi form di bawah ini:

Hubungi Qontak.com sekarang atau dengan mengisi form COBA GRATIS di bawah!

Dapatkan COBA GRATIS dan konsultasikan permasalahan bisnis Anda disini! 

You may also like

By