Qontak WhatsApp

Pengertian Inbound Marketing dan Tahapannya

merubah prospek dari inbound marketing jadi sales

Kenali Semual Terkait Inbound Marketing dan Perbedaannya dengan Outbound Marketing

Di era persaingan bisnis ketat, proses pemasaran yang dilakukan secara terang-terangan (outbound marketing) tidaklah cukup. Saat ini banyak bisnis juga menerapkan inbound marketing.

Inbound marketing dipilih lantaran berhasil medatangkan lebih banyak pelanggan. Tidak berhenti disitu saja, metode pemasaran ini juga mampu meningkatkan loyalitas pelanggan terhadap brand.

Hal tersebut akan berhasil apabila brand atau bisnis sukses menerapkan strategi inbound marketing yang tepat. Lantas apa itu inbound marketing? Bagaimana tahapan dan perbedaanya dengan outbound marketing? Yuk simak ulasan selengkapnya pada artikel dibawah ini.

inbound marketing


Apa yang Dimaksud Inbound Marketing?

Inbound marketing merupakan strategi pemasaran yang membuat pelanggan dapat menemukan bisnis Anda secara mandiri. Salah satu caranya adalah  dengan menggunakan konten berkualitas yang didistribusikan lewat berbagai macam media.

Selain memberikan informasi, konten inbound marketing juga harus bisa membuat prospek tertarik dengan produk yang ditawarkan oleh bisnis Anda. Dengan harapan prospek akan berubah menjadi pelanggan.

Jika Anda adalah pelaku sales yang bekerjasama secara dekat dengan para marketer dari brand Anda, maka Anda pasti tahu bahwa marketers sering memproduksi konten-konten untuk menginspirasi prospek yang berkualitas dan memiliki potensi.  Harapannya ialah agar prospek tersebut melakukan deal pembelian dengan Anda sebagai pihak yang melakukan followup.


Apa saja Tahapan Inbound Marketing?

Pada dasarnya, inbound marketing adalah konsep pemasaran yang menarik pelanggan agar mereka datang secara ‘mandiri’ kepada bisnis Anda. Namun untuk mendapatkan perhatian pelanggan, maka bisnis harus menyediakan konten atau informasi yang menarik.

Maka dari itu, Anda perlu memahami tahapan inbound marketing yang cukup menggambarkan hubungan antar bisnis dan pelanggan, sebagai betikut:

1. Attract

Tahap ini memfokuskan bisnis untuk menarik perhatian pelanggan. Pada tahapan ini hubungan antar bisnis dan pelanggan hanya masih menjadi strangers. Pelanggan belum mengetahui tentang bisnis Anda, maka dari itu Anda harus menyiapkan strategi dan konten yang menarik.

Sebagai contoh Anda bisa menggunakan content marketing, SEO dan juga advertising. Strategi ini juga dapat meningkatkan exposure yang brujung pada peningkatan awareness bisnis Anda. Pastikan konten Anda menarik dan memiliki nilai yang dibutuhkan oleh pelanggan.

2. Engage (Covert & Close)

Tahap ini terdiri dari dua bagian, convert dan close. Convert adalah tahapan dimana Anda mengubah calon pelanggan menjadi leads. Disini informasi yang Anda harus miliki adalah informasi kontak pelanggan seperti email, nomor telepon dan nama. Gunakan form yang dapat diisi dengan mudah oleh pelanggan baik melalui website, email ataupun kontak langsung ke bisnis Anda.

Anda dapat menggunakan contoh seperti ini dalam website Anda agar pelanggan dapat mengisi data diri mereka.

Saya Mau Coba Gratis Qontak.com Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Qontak.com Sekarang!

Setelah mendapatkan kontak mereka, segera lakukan pendekatan untuk meyakinkan pelanggan. Tahap ini dikenal sebagai close. Kirimlah konten atau pesan yang dapat membuat mereka makin yakin untuk melakukan deal. Contohnya dengan mengirimkan newsletter atau menggunakan email marketing.

3. Delight

Jangan melepas pelanggan hanya karena mereka telah menjadi leads. Tahap ini juga sangat penting karena dapat membangun hubungan yang baik dengan pelanggan. Bantulah pelanggan untuk memudahkan proses pembelian, setelah itu tetap jaga hubungan yang baik dengan pelanggan seperti memberikan survey kepuasan.

Evaluasi hasil pelayanan Anda dan tingkatkan lagi hubungan dengan pelanggan, Ada kemungkinan besar mereka akan melakukan pembelian ulang yang akhirnya menjadi loyal customer. Anda juga dapat meminta pada pelanggan untuk meninggalkan review yang bagus jika mereka puas, ini akan meningkatkan trust dari bisnis yang akan menarik pelanggan lainnya.


Apa Perbedaan Inbound Marketing dengan Outbound Marketing?

Outbound marketing dikenal juga dengan pemasaran gaya lama. Dimana metode marketing ini berusaha menjangkau pelanggan sebanyak-banyaknya melaui iklan, SMS blast hingga telemarketing.

Meski masih banyak digunakan, efisiensi dan efektivitas outbound marketing masih diragukan. Alasanya target yang ingin dijangkau terlalu luas tanpa mempertimbangkan minat atau kebutuhan target yang dituju. Bahkan beberapa target mungkin merasa terganggu dengan pesan blast atau sales call. Selain itu, biaya yang dikeluarkan outbound marketing juga relatif lebih besar.

Berbeda dengan inbound marketing. Metode marketing ini fokus membuat target pasar atau prospek secara sukarela mendekatkan diri kepada produk atau brand. Jadi dengan begitu tidak ada paksaan dari brand. Biasanya media yang digunakan dalam inbound marketing adalah sosial media, blog, email marketing, content marketing, dll.


5 Strategi Efektif Merubah Prospek dari Inbound Marketing

Untuk membuat prospek yang sudah ‘dipancing’ dengan inbound marketing melakukan pembelian. Berikut Strategi inbound marketing yang dapat Marketing B2B :

1. Lakukan pemisahan antara inbound dan outbound sales

Jangan menganggap sales adalah sales dan gagal melihat pentingnya pengelompokan strategi antara inbound dan outbound sales. Dibutuhkan taktik yang berbeda untuk memaksimalkan terjadinya penjualan pada prospek yang sudah diraih oleh inbound dan outbound marketing.

2. Lakukan pemisahan tim dengan salah satu tim fokus pada produk

Sukses melakukan penjualan memerlukan fokus yang bahkan melebihi peran sebagai sales, melihat apa saja karakteristik dari produk maupun jasa yang ditawarkan, dan melakukan pengelompokan. Terdapat tim yang menangani produk dengan karakteristik A dan calon customer yang mencari solusi yang disediakan oleh produk tersebut. Dengan begitu, penjualan dan penawaran barang dapat dilakukan secara lebih spesifik dengan pemahaman akan kebutuhan customer yang lebih menyeluruh.

3. Gunakanlah naskah saat menghubungi prospek inbound marketing

Script atau naskah dalam melakukan penjualan biasanya akan sangat membantu telemarketing. Terlebih apabila salah satu job description sales Anda adalah untuk melakukan sales call. Dengan menggunakan bantuan naskah, ada arahan yang jelas mengenai apa saja yang harus disampaikan selama menawarkan produk atau jasa, apa tujuan dari penjualan dan apa saja promosi spesial yang tengah berlaku.

inbound marketing

4. Bekerja sama dengan marketer lewat feedback langsung

Mengubah prospek menjadi deal yang nyata bukanlah perkara mudah meski prospek sudah sangat berkualitas sekalipun. Karenanya, Anda perlu bekerja sama dengan pihak marketing untuk menentukan apa saja yang menjadi tuntutan dari prospek yang dihasilkan dari inbound marketing. Dengan begitu, followup yang dilakukan pada prospek akan lebih efektif dengan persentase keberhasilan yang tinggi.

5. Belajarlah dari rekaman telepon yang berhasil melakukan closing penjualan

Jika Anda melakukan followup via telepon, salah satu cara untuk sukses closing deal dengan prospek dari inbound marketing adalah dengan belajar dari kesuksesan rekaman telepon sales sebelumnya. Telepon sales yang berhasil biasanya dapat terjadi karena faktor karisma alami sales-nya, atau adanya poin-poin penting yang tidak dilewatkan oleh Anda sebagai pihak sales yang harus menempatkan kebutuhan customer di tempat pertama.

Berapa banyak sales call yang sanggup Anda lakukan dan berhasil menutup penjualan normalnya?

Baca juga: 10 Aplikasi Pemasaran Produk Gratis Terbaik, No. 1 Wajib!


Bagaimana Cara Mengotomasi Inbound Marketing?

Apa pun praktek inbound marketing yang dilakukan, Anda perlu menaikkan level marketing bisnis Anda ke tahap yang lebih tinggi. Anda dapat melakukan cara marketing automation dengan metode CRM Marketing. Penggunaan aplikasi CRM marketing berfokus untuk meningkatkan penjualan pada bisnis Anda. Pastikan aplikasi marketing yang dipilih mudah digunakan, sesuai dengan kebutuhan bisnis, dan yang pasti sesuai dengan budget.

Aplikasi CRM Qontak.com dapat membantu Anda melakukan marketing automation dengan baik dan mudah melalui email campaigns. Kampanye email ini dapat difilter berdasarkan jabatan, departemen, industri, ukuran perusahaan, dan lainnya.

inbound marketing

Selain itu, Anda dapat melakukan pemasaran yang lebih efektif lewat WhatsApp API dengan menggunakan fitur WhatsApp Blast untuk mengirimkan kampanye atau promosi bisnis Anda kepada prospek tertarget Anda. Ada banyak manfaat WhatsApp API lainnya karena terintegrasi dengan aplikasi CRM Omnichannel Qontak.com dan juga terintegrasi dengan chat pannel dan media sosial lainnya

Konsultasikan strategi inbound marketing Anda kepada tim Qontak.com atau coba GRATIS aplikasi CRM Marketing sekarang juga!

You may also like

By