Qontak WhatsApp

Manajemen Risiko: Pengertian, Tujuan, dan Tahapannya

Semua Hal Tentang Manajemen Risiko!

Manajemen risiko atau risk management merupakan segala usaha yang dilakukan untuk menghindari terjadinya risiko. Manajemen risiko ini sendiri terdiri dari kata manajemen yang artinya pengelolaan dan risiko yang artinya dampak buruk. Jadi pengelolaan oleh perusahaan dilakukan untuk menghindarkan dampak buruk.

Tentunya upaya ini dilakukan dalam berbagai bentuk atau cara. Misalnya saja dengan melakukan pengawasan dan pengelolaan sampai dengan proses pengambilan keputusan. Segala sesuatunya dilakukan dengan penuh pertimbangan untuk meminimalkan terjadinya kerugian pada perusahaan.

Untuk lebih jelasnya, yuk simak pembahasan tentang risk management di bawah ini!

Tahapan manajemen risiko yang perlu diketahui bisnis:

  1. Melakukan Identifikasi Risiko
  2. Menempatkan Ukuran Risiko
  3. Menganalisis Jalan Keluar
  4. Melaksanakan Jalan Keluar
  5. Melakukan Evaluasi

Image CTA for Manajemen Risiko

Pengertian Manajemen Risiko

Manajemen risiko adalah suatu proses yang di dalamnya terdapat beberapa aktivitas atau kegiatan tertentu. Seluruh kegiatan ini dilakukan dengan harapan agar perusahaan dapat mengambil keputusan yang paling tepat. Terutama dalam hal yang berkaitan dengan operasional atau teknis sehingga kerugian bisa dihindarkan.

Menurut para ahli, manajemen risiko adalah penerapan berbagai kebijakan yang dilakukan untuk dapat meminimalkan suatu peristiwa. Dalam hal ini penerapan yang dimaksud adalah penurunan kapasitas dan kualitas kerja suatu perusahaan.

Selain itu, ada pula pernyataan bahwa risk management merupakan usaha untuk mengurangi adanya risiko. Terutama dalam hal pelaksanaan serta pengawasan teknis.

Tujuan Manajemen Risiko

Ada beberapa tujuan manajemen risiko yang mungkin perlu Anda ketahui dan pahami.

Jadi upaya pengelolaan untuk menghindarkan risiko pada perusahaan ini dilakukan dengan adanya berbagai tujuan tertentu. Tentunya segala tujuan ini pada akhirnya diharapkan untuk dapat mempertahankan keberadaan dan eksistensi perusahaan.

1. Menetapkan Risiko

Tujuan manajemen risiko yang pertama yaitu untuk menetapkan risiko yang dinilai mengancam bisnis atau perusahaan. Seluruh risiko yang telah ditetapkan nantinya dapat diminimalkan atau dihindarkan.

Hal ini dilakukan melalui berbagai macam upaya yang dapat mengurangi dampak buruk. Hingga akhirnya risiko buruk tidak berpotensi untuk terjadi karena sudah dicegah.

2. Meningkatkan Efektifitas Manajemen

Kemudian tujuan risk management berikutnya adalah untuk meningkatkan efektivitas manajemen. DI setiap perusahaan sudah pasti dikenal istilah manajemen.

Apa yang dimaksud manajemen ini sendiri berkaitan dengan upaya pengelolaan jalannya bisnis sehingga untuk mencapai target. Dengan adanya pengelolaan dan pengawasan terhadap risiko maka nantinya sistem manajemen dalam perusahaan bisa ditingkatkan.

3. Membangun Strategi Manajemen Bisnis

Setiap jenis risiko pada dasarnya tidak pernah diharapkan terjadi dan mengganggu kelancaran bisnis. Untuk dapat melakukannya maka diperlukan berbagai langkah strategi tertentu.

Strategi ini dilakukan dengan meningkatkan manajemen bisnis agar nantinya bisa dikeluarkan kebijakan untuk membantu perusahaan dalam mencapai target.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Manajemen Perubahan, Fungsi, Jenis, dan Tahapannya

Manfaat Manajemen Risiko

Melakukan risk management pada dasarnya dapat memberikan banyak manfaat yang penting. Sehingga tentu saja setiap pebisnis disarankan untuk melakukan hal tersebut.

Beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari aktivitas manajemen risiko yaitu sebagai berikut.

– Mencapai Visi dan Misi Perusahaan

Manfaat pertama tentu saja untuk dapat mencapai seluruh misi dan visi yang telah ditetapkan sebuah perusahaan. Dengan adanya risk management yang tepat tentu saja akan lebih mudah melakukan pencapaian visi dan misi tersebut.

– Mengidentifikasi Aktivitas Manajemen yang Tepat

Berikutnya aktivitas ini secara tidak langsung juga membantu untuk melakukan identifikasi terhadap aktivitas manajemen yang dilakukan.

Melalui hal tersebut maka dapat dilakukan aktivitas manajemen yang paling tepat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sehingga manajemen yang dilaksanakan akan memberikan keberhasilan dan jauh dari potensi kegagalan.

– Menciptakan Layanan Terbaik Untuk Konsumen

Berkat aktivitas risk management tentu saja perusahaan dapat memberikan layanan yang terbaik dan tepat untuk konsumen. Aktivitas ini membantu melihat mana hal yang diperlukan konsumen serta mana layanan yang harus ditingkatkan.

– Membantu Konsistensi Terhadap Kebijakan yang Berlaku

Aktivitas tersebut juga menjadi salah satu jalan untuk menghadirkan sikap konsisten pada perusahaan. Terutama terhadap seluruh kebijakan yang telah ditetapkan di dalam perusahaan itu sendiri.

Karena pada dasarnya kebijakan ditetapkan untuk mencapai keberhasilan perusahaan yang optimal.

Proses Manajemen Risiko

Pastinya ada beberapa proses manajemen risiko yang dilalui oleh berbagai perusahaan. Setiap proses yang dilalui ini berguna untuk melindungi seluruh bagian dari organisasi perusahaan. Jadi prosesnya dapat merancang serta menerapkan seluruh rencana dari manajemen risiko ini.

Proses manajemen risiko ini terdiri dari atas beberapa bagian, antara lain:

  • Risk Identification yang dapat mengidentifikasi kemungkinan risiko pada perusahaan.
  • Risk Assessment yang melakukan penilaian terhadap risiko. Jadi setiap risiko nantinya bisa diprioritaskan secara tepat.
  • Risk Response dengan memilih dan melaksanakan setiap langkah dari pengelolaan risiko.

Tahapan Manajemen Risiko

Berbagai tahapan manajemen risiko terdiri dari 6 langkah. Untuk langkah yang pertama adalah penentuan identifikasi risiko. Kemudian penilaian risiko dilanjutkan pada langkah penempatan ukuran risiko.

Jika semua hal ini telah dilakukan maka akan dilakukan analisis jalan keluar. Seluruh jalan keluar yang dianalisis ini nantinya haruslah dilaksanakan. Tahapan pengelolaan risiko yang selanjutnya dan terakhir adalah tindakan evaluasi.

Beberapa tahapan manajemen risiko ini umumnya yang telah dijelaskan di atas tentunya memiliki tujuan khusus atau tertentu. Setiap tahapan atau proses mulai dari penentuan konteks sampai dengan proses komunikasi dan konsultasi haruslah dilakukan.

1. Melakukan Identifikasi Risiko

Melakukan identifikasi risiko dapat dilakukan dengan cara memilah-milah setiap risiko yang disebut bisa terjadi. Biasanya identifikasi ini dilakukan dengan melihat risiko dari berbagai aspek.

Mulai dari aspek ekonomi dan sosial serta aspek hukum dan pasar. Tak ketinggalan saat ini aspek teknologi juga perlu dilibatkan.

2. Menempatkan Ukuran Risiko

Seluruh jenis risiko yang telah diidentifikasi ini tidaklah kemudian dibiarkan begitu saja. Namun organisasi perusahaan perlu menempatkan tiap risiko berdasarkan ukurannya.

Ada risiko yang peluang terjadinya sangat besar dan bisa fatal. Namun mungkin ada pula kemungkinan kecil bagi terjadinya suatu risiko.

3. Menganalisis Jalan Keluar

Adapun salah satu tahapan manajemen risiko yang lain yaitu melakukan analisis terhadap jalan keluar yang diambil. Proses atau tahapan analisis jalan keluar ini dilakukan bisa secar bersama-sama.

Maka akan muncul semakin banyak pertimbangan sehingga bisa dihasilkan jalan keluar yang terbaik. Tentunya seluruh solusi harus dilakukan demi menekan terjadinya risiko.

4. Melaksanakan Jalan Keluar

Apa yang telah dipikirkan dan dianalisis ini kemudian juga haruslah diterapkan. Jalan keluar atau solusi dari setiap risiko bisa dilakukan. Tentunya pelaksanaan jalan keluar ini harus dilakukan secara konsisten agar bisa berhasil dan risiko semakin ditekan atau hilang.

5. Melakukan Evaluasi

Pada akhirnya tahapan manajemen risiko yang telah disebutkan di atas diakhiri dengan tindakan evaluasi.

Dari tindakan evaluasi inilah nantinya perusahaan dapat melihat bagaimana jalannya tiap tahapan dalam mengelola risiko. Lalu hasil evaluasi ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan proses dan tahapan di masa berikutnya.

Baca Juga: 22 Cara Manajemen Waktu yang Efektif untuk Pelaku Bisnis

Jenis Risiko dalam Manajemen Risiko

Di dalam melakukan manajemen risiko tentu saja ada juga jenis risiko yang harus diketahui. Tanpa mengetahui hal ini maka akan sulit memahami risiko apa saja yang umumnya dihadapi oleh sebuah bisnis dan usaha.

Beberapa jenis risiko tersebut umumnya terbagi ke dalam lima jenis, yaitu sebagai berikut:

– Sangat Mungkin Terjadi

Jenis ini berlaku untuk kejadian yang memiliki kemungkinan kejadian yang paling besar. Sehingga biasanya hal ini harus memiliki jalan keluar untuk menghindari atau mengatasi kemungkinan tersebut.

– Mungkin Terjadi

Jenis risiko ini artinya dapat terjadi dengan kemungkinan yang lebih kecil. Oleh karena itu risiko tersebut juga harus dapat dimitigasi dan dihindari. Atau harus terdapat jalan keluar apabila terjadi nantinya.

– Sesekali Terjadi

Jenis yang satu ini berlaku untuk kejadian atau risiko yang bisa terjadi dalam frekuensi minim. Tetap saja hal tersebut membutuhkan solusi apabila nantinya terjadi.

– Tidak Mungkin Terjadi

Ini merupakan jenis yang tidak terjadi meskipun ada kemungkinan kecil yang bisa terjadi. Oleh sebab itu sebisa mungkin hal ini dihindari.

– Tidak Terjadi

Dalam jenis risiko tidak terjadi, artinya kemungkinan besar bahwa tidak akan timbul risiko tersebut.

Contoh Manajemen Risiko

Secara umum ada beberapa contoh manajemen risiko. Dengan kata lain upaya manajemen ini dilakukan dalam berbagai macam bentuk. Biasanya setiap perusahaan memang memiliki strategi masing-masing.

Namun secara garis besar banyak terdapat persamaan dalam hal melakukan proses manajemen risiko. Hanya saja bentuk dari proses yang dilakukannya ini berbeda antara perusahaan yang satu dengan lainnya.

1. Peluncuran Produk Oleh Kompetitor

Contoh manajemen risiko yang pertama yaitu adanya pengawasan terhadap bisnis kompetitor. Jika kompetitor mulai mengeluarkan produk baru maka Anda bisa segera mengamatinya.

Nantinya Anda dapat menjadikan hal ini sebagai acuan untuk mengembangkan bisnis. Jadi Anda tetap bisa melakukan pengamatan terhadap kondisi yang ada di tengah masyarakat.

2. KKN Pada Perusahaan

Kemudian ada juga contoh manajemen risiko berupa pengadaan suatu program tertentu. Misalnya program pengadaan KKN tepatnya pada perusahaan Anda.

KKN ini dilakukan untuk melatih ketrampilan dari seluruh mahasiswa magang. Mahasiswa terbaik nantinya bisa menjadi pertimbangan bagi Anda dalam mencari pegawai berpotensi. Adanya SDM berkualitas sudah tentu dapat membantu perusahaan dalam melakukan manajemen bisnis.

Baca Juga: 15 Aplikasi Manajemen Toko Terbaik untuk Bisnis Anda!

Pelajari Manajemen Risiko dan Minimalkan Risiko Bisnis Anda!

Omnichannel CRM Qontak by Mekari

Dengan melihat informasi di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian manajemen risiko adalah berbagai upaya dan tindakan untuk mencegah risiko. Sebab risiko bisa saja terjadi pada setiap perusahaan dan hal ini sudah pasti merugikan.

Oleh karena itu, risiko perlu dikelola dengan melakukan berbagai tindakan yang tepat. Pengelolaan ini juga haruslah dilakukan secara bersama-sama yang disertai dengan adanya konsistensi. Sehingga pada akhirnya mampu memberikan hasil yang sesuai ekspektasi perusahaan.

Sementara itu, Anda dapat melakukan manajemen risiko secara mudah menggunakan aplikasi CRM terbaik dari Mekari Qontak. Tidak hanya itu saja, Anda juga dapat menggunakan aplikasi CRM Mekari Qontak yang terintegrasi dengan Omnichannel untuk mengotomatiskan seluruh tahapan bisnis Anda.

Mekari Qontak telah dipercaya lebih 3000+ perusahaan untuk membantu mereka meningkatkan tahapan bisnis secara keseluruhan. Mekari Qontak juga telah tersertifikasi ISO 27001 untuk memastikan keamanan informasi data pelanggan.

Jadi tunggu apa lagi?Yuk, coba demo Aplikasi CRM Mekari Qontak dan dapatkan FREE TRIAL selama 14 hari sekarang!

Hubungi Mekari Qontak sekarang atau dengan mengisi form coba gratis di bawah ini:

0 comments

By