Qontak WhatsApp

Proses Pengembangan Produk Baru yang Mudahkan Bisnis Berinovasi

Product Development

Setelah berhasil memasuki market dan niche target audiens Anda dan menjual beberapa produk dan jasa, langkah selanjutnya bagi bisnis Anda adalah merambah inovasi dengan produk atau jasa baru untuk ditawarkan pada target audiens serta untuk mengembangkan lingkup audiens Anda. Anda tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu saat akan mengembangkan produk baru dengan langkah-langkah dan proses pengembangan sederhana berikut ini.

  1. Pengumpulan dan penetapan ide

Pengembangan sebuah produk baru ataupun jasa baru harus diawali dengan konsep yang jelas dalam bentuk ide dan bagaimana cara mengembangkannya dan membuatnya menjawab solusi masalah yang dialami target audiens. Lakukan analisa SWOT atau strengths, weaknesses, opportunities dan threats sambil mempertimbangkan tren market terkini. Hal ini juga dapat membantu Anda meganalisa posisi perusahaan dan menemukan arahan yang sesuai dengan strategi bisnis Anda dalam pengembangan produk baru ini. Lakukan riset market, dengarkan dan pertimbangkan berbagai masukan yang Anda terima dari customer tentang produk Anda yang sebelumnya serta pendapat anggota tim Anda, serta analisa kesuksesan dan kegagalan kompetitor Anda. Setelah itu, Anda harus melakukan eliminasi ide yang tidak objektif dan tidak disetujui secara kolektif.

  1. Pengembangan dan tes konsep

Setelah ide disepakati, Anda perlu melakukan testing market dengan cara berhadapan langsung dengan customer Anda dalam small group test atau dengan bertanya langsung pada customer. Perhatikan apakah customer Anda mengerti konsep produk atau jasa terbaru Anda ini dan cek juga kesediaan mereka untuk menjadi pengguna dan apakah hal baru ini diinginkan atau dibutuhkan oleh mereka. Dari sini, Anda dapat melakukan perbaikan serta mulai membayangkan marketing message yang dapat Anda sampaikan untuk menjual produk Anda.

Product Development
Sumber gambar: workmates.in
  1. Analisa bisnis

Setelah konsep dikembangkan dan dites, Anda perlu menyusun kasus bisnis untuk melihat apakah produk baru ini punya potensi menguntungkan. Anda perlu menyusun strategi marketin yang mendetail, menspesifikasi target market, memposisikan produk serta marketing mix yang akan digunakan. Analisa ini harus membuat Anda mengetahui ketersediaan market yang membutuhkan produk baru Anda ini, perkiraan biaya, kompetisi dan identifikasi break-even point dari produk baru ini.

  1. Pengembangan produk

Setelah tahap ketiga dilakukan, saatnya Anda melakukan pengembangan produk dengan tim teknis dan pengembang marketing bisnis Anda. Setelah model prototype serta produksi terbatas sudah dilakukan, Anda dapat mulai memasukkan desain dan spesifikasi yang dibutuhkan sehingga terdapat produk atau hal kasat mata yang dapat dicoba oleh customer Anda. Setelahnya, kumpulkan feedback dari customer Anda setelah Anda melakukan testing produk.

  1. Tes marketing

Tes marketing atau tes market merupakan hal yang berbeda dari tes konsumer yang hanya memperkenalkan prototype produk. Anda perlu melakukan tes apakah rencana marketing Anda memang berhasil dan melakukan perbaikan dari sana secara terus-menerus.

Product Development
Sumber gambar: cranfield.ac.uk
  1. Mulailah tahap komersialisasi

Setelah konsep dikembangkan dan dites, saatnya Anda mengambil keputusan final sebelum meluncurkan produk siap pakai ke market. Tentukan harga dan strategi marketing yang akan Anda lakukan sebagai pegangan bagi tim sales dan distribusi, sehingga produk dan jasa baru ini siap untuk dipasarkan dan diakses pengguna.

  1. Saatnya launching

Merencanakan langkah-langkah peluncuran dibuthkan dalam tahap akhir ini agar peluncuran berlangsung mulus dengan efek maksimum. Tentukan kapan dan di mana peluncuran produk akan dilakukan, lalu lakukan review performa market yang dibutuhkan untuk mengukur kesuksesan peluncuran produk.

Ikuti langkah-langkah pengembangan dan peluncuran produk ini untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari produk terbaru Anda.

You may also like

By