Qontak WhatsApp

Rahasia Teknik Closing Efektif untuk Meningkatkan Penjualan!

Panduan Lengkap Teknik Closing yang Perlu Anda Ketahui!

Setiap bisnis pasti menginginkan closing deals atau kesepakatan penjualan untuk bisnisnya. Mengingat, proses ini tidak hanya dapat memberikan angka penjualan, tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan bagi bisnis.

Sementara itu, teknik closing sales yang tepat adalah teknik yang dapat mendorong pelanggan untuk melakukan kesepakatan penjualan. Namun teknik penutupan seperti apa yang dapat membantu bisnis melakukan hal tersebut?

Untuk mengetahuinya, yuk simak pembahasan lengkap tentang teknik closing penjualan berikut ini!

11 cara closing penjualan yang sukses meningkatkan sales:

  1. Minta penjualan
  2. Perlakukan sales dan closing sebagai dua hal yang berbeda
  3. Tanyakan apakah pelanggan Anda siap untuk mengambil keputusan
  4. Bersiaplah untuk keberatan
  5. Minta mereka untuk mencobanya
  6. Bersikaplah fleksibel dalam hal pembiayaan
  7. Tunjukkan nilai produk Anda
  8. Coba berbagai teknik closing sales
  9. Bersikap gigih
  10. Jadilah positif
  11. Buat langkah selanjutnya yang jelas dan terjadwal

Image CTA API WhatsApp


Sebelum itu, Pahami dulu Apa itu Teknik Closing!

Pengertian teknik closing adalah metode atau strategi yang dilakukan tenaga sales untuk mengubah prospek potensial menjadi pelanggan melalui kesepakatan penjualan.

Penggunaan teknik closing sales tidak hanya dapat membantu bisnis untuk melakukan kesepakatan pejualan, tetapi juga dapat menghasilkan pendapatan dan meningkatan pangsa pasar.

Namun dalam penerapannya, ada banyak teknik yang dapat dilakukan untuk melakukan closing deals. Oleh karena itu, seorang tenaga penjual perlu menyesuikan teknik penutupannya sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi saat melakukan penawaran kepada prospek.


Mengapa Teknik Closing Penting untuk Bisnis?

Ada banyak komponen penting dalam sales, salah satunya adalah teknik closing. Mengapa?

Ini karena teknik closing penjualan tidak hanya berperan penting dalam proses kesepakatan penjualan, tetapi juga membantu Anda, tim sales, dan bisnis untuk membangun reputasi positif sebagai seorang tenaga penjual.

Dalam prosesnya, kesepakatan penjualan akan melibatkan sales untuk menemukan prospek potensial dan menawarkan produk atau layanan bisnis Anda kepada mereka. Jika penawaran tersebut berhasil, maka sales dapat menggunakan teknik closing untuk mengembangkan hubungan dan mencapai kesepakatan penjualan.

Dengan demikian, teknik closing sales tidak hanya penting untuk menghasilkan penjualan dan pendapatan, tetapi ini juga memberikan kesempatan bagi bisnis untuk membangun basis pelanggan, memungkinkan pembaruan, peningkatan, dan penawaran di masa yang akan datang.

Baca Juga: Software Sales: 10 Pilihan Terbaik, No.1 Wajib


Bagaimana Cara Closing Penjualan yang Sukses?

Berikut adalah beberapa tips closing penjualan yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan angka penjualan bisnis Anda.

1. Meminta penjualan

Sebagai seorang sales, tugas Anda adalah memprovokasi tindakan dari pihak pembeli, dan langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah meminta penjualan.

Dalam hal ini, Anda perlu langsung dengan permintaan yang jelas, sehingga tidak ada ambiguitas. Anda dapat mengatakan, “Jika tidak ada pertanyaan lebih lanjut, saya akan melanjutkan dan mengambil dokumennya.”

2. Perlakukan sales dan closing sebagai dua hal yang berbeda

Sales dan closing mungkin terlihat seperti satu aspek yang sama, namun sebenarnya kedua hal tersebut berbeda. Banyak tenaga penjualan yang hebat dalam bagian penjualan, tetapi benar-benar kesulitan pada saat melakukan penutupan.

Menurut Grant Cardone, menjual produk adalah tempat proposisi nilai dibuat, sementara menutup kesepakatan adalah di mana kesepakatan dibuat. Untuk itu, sangat penting untuk memperlakukannya sebagai dua hal berbeda.

Dalam hal ini, Anda dapat melatih teknik promosi penjualan dan teknik closing penjualan secara terpisah. Tujuannya untuk mengingatkan Anda bahwa keduanya adalah dua fase penjualan yang berbeda.

3. Tanyakan apakah pelanggan Anda siap untuk mengambil keputusan

Ini adalah cara yang bagus untuk mengukur apakah klien Anda siap untuk menarik pelatuknya atu tidak. Dengan menanyakan apakah mereka siap untuk mengambil keputusan, Anda dapat segera menentukan apakah sudah waktunya untuk menutup atau belum.

Jika klien Anda menjawab “iya”, maka ini saatnya untuk Anda melakukan closing. Tetapi, jika Anda mendapatkan jawaban “tidak”, maka Anda harus terus tunjukkan fitur produk Anda, dan lihat kembali pertanyaannya nanti.

4. Bersiaplah untuk keberatan

Keberatan adalah hal yang tidak asing bagi perwakilan penjualan. Oleh karena itu, sebagai seorang tenaga sales, Anda harus bersiap dengan keberatan dan dengan cekatan mengatasi keberatan tersebut.

Dalam hal ini, Anda harus mengumpulkan semua kemungkinan keberatan yang mungkin akan Anda dengar ketika Anda mencoba untuk menutup, dan menyiapkan tanggapan terlebih dahulu. Temukan seseorang untuk berdiri sebagai klien sehingga Anda dapat berlatih dengan mereka.

5. Minta mereka untuk mencobanya

Jika pelanggan tampak tertarik tetapi ragu-ragu, ada kemungkinan dia benar-benar menyukai produk tersebut tetapi memiliki banyak keraguan tentang anggaran dan ingin memeriksanya terlebih dahulu.

Cara yang baik untuk menangkis semua itu adalah dengan menghilangkan komitmen. Beritahu mereka untuk mencobanya saja. Biarkan mereka membawanya pulang sekarang, dan berjanji untuk menangani semua keraguan yang mereka hadapi.

Jangan lupa untuk menyiapkan beberapa dokumen yang memungkinkan Anda untuk segera mentransfer kepemilikan jika Anda perlu menggunakan penutupan ini.

6. Bersikaplah fleksibel dalam hal pembiayaan

Pembayaran dan pembiayaan seharusnya tidak menjadi masalah saat menutup penjualan. Apabila klien mengatakan bahwa mereka tidak mampu membeli produk, maka Anda dapat memberikan paket pembayaran bulanan yang terjangkau dan dapat mereka batalkan kapan saja.

Apabila mereka tidak mau membayar label harga premium, maka Anda dapat menawarkan versi berbiaya lebih rendah yang masih memiliki beberapa fitur penting.

7. Tunjukkan nilai produk Anda

Jika klien menggunakan anggaran sebagai alasan untuk tidak membeli, itu berarti Anda belum membuat proposisi nilai yang cukup baik untuk mereka. Telusuri kembali langkah Anda, pastikan Anda memahami masalahnya, dan tinjau kembali proposisi nilai Anda. Kemudian, coba lakukan closing kembali.

Namun, jika Anda terus-menerus mendapatkan keberatan anggaran, kembalilah ke proposisi nilai dan tanyakan apa yang perlu Anda lakukan untuk menunjukkan bahwa produk seharga Rp50.0000 Anda akan memberikan nilai Rp500.000 kepada pelanggan.

8. Coba berbagai teknik closing sales

Anda mungkin sudah memiliki beberapa teknik closing di kepala Anda. Tuliskan itu, dan buat beberapa lagi. Latih mereka sebanyak yang Anda bisa, dan terus tambahkan ke daftar. Catat mana yang bekerja lebih baik daripada yang lain.

Selain itu, Anda juga dapat meminta kiat atau tips dari kolega penjualan Anda tentang teknik penjualan seperti apa yang menurut mereka paling berhasil.

9. Bersikap gigih

Saat melakukan clsoing Anda perlu bersikap tidak malu-malu. Cobalah untuk membuat panggilan telepon atau mengirim email tindak lanjut. Selama Anda menghormati, dan Anda yakin bahwa klien akan menyukai produk tersebut, berfokus pada pengembangan bisnis dan terus-menerus meminta penjualan pada akhirnya dapat menghasilkan hubungan kerja yang panjang dan bahagia.

Apabila Anda merasa percakapan sudah selesai, maka dorong diri Anda untuk meminta penjualan sekali lagi. Hingga pada akhirnya Anda dapat melakukan closing yang diinginkan.

10. Jadilah positif

Sangat mudah untuk merasa berkecil hati jika Anda tidak berhasil melakukan penjualan. Namun, itu tidak berarti Anda harus menyerah dan merasa kecil. Sebaliknya, Anda harus bersikap positif untuk dapat melakukan closing.

Dengan tetap bersikap positif, Anda dapat meningkatkan tingkat kedekatan Anda dengan klien. Ini karena pelanggan umumnya ingin membeli dari orang-orang yang positif. Kepercayaan diri Anda dapat membuat mereka mempercayai perusahaan yang Anda wakili dan produk yang Anda jual.

11. Buat langkah selanjutnya yang jelas dan terjadwal

Tidak semua keesepakatan dapat langsung ditutup secara mudah. Kebanyakan malah membutuhkan beberapa proses hingga akhirnya dapat benar-benar ditutup. Ini berarti bahwa setiap interaksi dengan prospek harus diakhiri dengan langkah selanjutnya yang jelas dan terjadwal.

Pastikan prospek mengeluarkan kalender mereka dan membawa Anda ke sana. Pastikan undangan kalender keluar dan mereka menerima undangan kalender. Semuanya jelas dan terjadwal.


Apa saja Teknik Closing yang Dapat Anda Pelajari untuk Meningkatkan Penjualan?

Pilihan Teknik Closing yang Efektif untuk Bisnis

1. Now or Never Close

Teknik closing penjualan yang pertama dan banyak digunakan oleh bisnis adalah now or never close atau urgency close.

Sama seperti namanya, teknik ini dilakukan dengan cara memberi tekanan pada prospek untuk membuat keputusan. Di mana prospek akan dihadapkan dengan pilihan melakukan kesepakatan sekarang atau tidak sama sekali.

Lebih lanjut, teknik ini akan lebih maksimal apabila digabungkan dengan penawaran diskon khusus atau freebie untuk jangka waktu terbatas.

2. Summary Close

Teknik penutupan ini digunakan oleh sales dengan cara menyebutkan kembali item-item yang diharapkan akan dibeli oleh pelanggan, sambil menekankan nilai dan manfaat dalam upaya untuk mendapatkan minat prospek.

Misalnya seperti “Jadi, kami memiliki spring bed dengan lapisan memory foam yang dapat mengikuti bentuk tubuh Anda dan memberikan kenyamanan yang lembut saat Anda tidur. Kasur ini juga dilengkapi dengan garansi lengkap selama 10 tahun dan layanan pengiriman serta pemasangan gratis.”

Dengan merangkum poin-poin penjualan dalam satu rangkuman yang mengesankan, prospek dapat memvisualisasikan keuntungan apa saja yang dapat mereka peroleh dengan melakukan kesepakatan penjualan.

3. Assumptive Close

Assumptive close merupakan teknik closing yang menggunakan asumsi, di mana sales bertindak seolah-olah mereka telah melakukan penjualan.

Sales dapat menggunakan teknik ini ketika prospek telah memeriksa sebagai besar langkah proses penjualan tetapi belum mengonfirmasi kesepakatan tersebut.

4. Sharp Angle Close

Teknik sharp angle close dapat digunakan ketika prospek kemungkinan besar akan membeli produk Anda, tetapi mereka memiliki satu keberatan yang mengganggu.

Biasanya prospek akan mengajukan keberatan dalam bentuk tantangan seperti ‘bisakah Anda …’ atau ‘ada masalah’, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini, Anda dapat menggunakan teknik sharp angle untuk menjawab pertanyaan yang diajukan dengan pertanyaan lain yang relevan dengan harapan dapat menutup kesepakatan.

5. Soft Close

Soft close merupakan teknik yang digunakan oleh sales untuk menunjukkan kepada prospek terkait manfaat produk yang ditawarkan.

Kemudian sales dapat melanjutkan dengan mengajukan pertanyaan berdampak rendah untuk memastikan apakah mereka mau belajar lebih banyak tentang produk yang ditawarkan atau tidak.

Dalam hal ini, Anda dengan jelas menyatakan keuntungan tanpa membuat tuntutan atau permintaan mendadak.

6. Take Away Close

Teknik closing ini menggunakan praktik psikologis dalam penerapannya. Di mana, apabila prospek menolak harga yang telah Anda tawarkan, maka Anda dapat menghapus fitur atau layanan tertentu, dan berikan penawaran diskon kepada mereka.

Kemungkinan besar mereka akan memikirkan fitur yang Anda hapus daripada harga diskon yang ditawarkan. Pada akhirnya membuat kesepakatan tanpa diskon dan tanpa menghilang fitur yang ada.

7. Question Close

Question close merupakan teknik closing yang digunakan segera setelah percakapan dengan prospek dimulai.

Di mana Anda sebagai sales akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengembangkan keinginan pelanggan dan menghilangkan setiap keberatan yang dirasakan untuk membeli produk Anda.

Baca Juga: Aplikasi Sales dan Distribusi: Manfaat dan Contohnya

8. Empathy Close

Tidak semua kesepakatan penjualan membutuhkan penekanan, terkadang ada baiknya Anda juga mencoba empati sebagai salah satu teknik penutupan Anda. Empathy close memungkinkan Anda menggunakan emosi untuk memahami situasi yang dihadapi oleh prospek.

Saat prospek memberi tahu bahwa dia belum siap membuat keputusan, maka ada baiknya untuk Anda memberikan lebih banyak waktu untuk berpikir daripada mendorong mereka secara paksa.

Dengan demikian, Anda juga dapat membantu membangun ikatan khusus dengan prospek yang mungkin akan berguna dalam jangka panjang.

9. Ben Franklin Close

Benjamin Franklin tidak hanya dikenal sebagai seorang penemu atau politisi hebat saja, tetapi ia juga dikenal sebagai seorang pengusaha yang brilian. Setiap kali Ben merasa ragu dengan sesuatu, ia akan mencatat pro dan kontra dari keputusan tersebut.

Anda juga dapat menggunakan teknik tersebut untuk melakukan closing deals. Di mana Anda dapat menggunakan daftar pro dan kontra untuk membantu prospek dalam memvisualisasikan betapa berharganya produk Anda bagi mereka.

10. Something For Nothing Close

Something for nothing close bekerja dengan konsep yang mirip dengan prinsip timbal balik Dr, Robert Cialdini, di mana Anda dapat menanggapi tindakan positif dengan tindakan positif lainnya.

Dalam hal ini, Anda dapat memberikan prospek Anda fitur tambahan atau tambahan gratis dengan itikad baik, maka mereka juga akan melakukan sesuatu yang baik sebagai balasannya, dalam hal ini yaitu membeli produk Anda.

11. Artisan Close

Teknik closing artisan dapat memungkinkan Anda untuk menyoroti jumlah pekerjaan, keterampilan, dan waktu yang diinvestasikan dalam sebuah produk. Menekankan hal tersebut dapat menempatkan produk Anda dalam perspektif yang baik dan membawa apresiasi baru bagi prospek.

Namun perlu diketahui, umumnya teknik ini hanya bekerja dengan prospek yang menghargai sesuatu dengan banyak usaha dan kerja keras yang dimasukkan ke dalamnya.

12. Best-time Close

Seperti namanya, teknik ini paling efektif digunakan ketika Anda melihat waktu terbaik atau peristiwa pemicu yang terkait dengan prospek Anda.

Anda dapat menghubungkan momen tersebut dengan produk Anda dan mengajukan pernyataan meyakinkan yang menekankan mengapa ini adalah waktu terbaik bagi mereka untuk membeli produk Anda.

13. Objection Close

Objection close merupakan teknik yang digunakan setelah sales memastikan bahwa prospek mereka telah memahami segala sesuatu terkait produk yang ditawarkan.

Dalam hal ini, sales akan mencoba menutup kesepakatan dengan menanyakan keberatan yang mungkin prospek miliki tentang produk tersebut.

Pendekatan ini memungkinkan calon pelanggan untuk mengajukan keberatan atau keraguan terakhir yang perlu mereka selesaikan tanpa mengatakan tidak pada kesepakatan.


Pelajari Cara Teknik Closing Terbaik dan Tingkatkan Penjualan Anda!

Omnichannel CRM Qontak by Mekari

Itu dia 13 teknik closing yang dapat Anda coba untuk meningkatkan penjualan Anda. Sebelum menerapkan teknik-teknik penutupan di atas, Anda perlu memahami situasi dan kondisi prospek Anda terlebih dahulu, lalu tetapkan teknik closing yang sesuai untuk meraih hasil yang memuaskan.

Sementara itu, closing deals kini dapat dilakukan dengan lebih mudah dari sebelumnya menggunakan teknologi canggih seperti aplikasi CRM dan otomatisasi pemasaran. Dengan menggunakan aplikasi tersebut, Anda dapat menarik prospek yang berkualitas, melakukan kesepakatan, dan membangun hubungan pelanggan yang lebih baik.

Salah satu penyedia aplikasi CRM terbaik di Indonesia adalah Mekari Qontak. Aplikasi CRM Mekari Qontak dilengkapi dengan berbagai fitur canggih dan dapat diintegrasikan dengan omnichannel dan WhatsApp API. Sehingga dapat mengotomatiskan proses bisnis Anda secara keseluruhan dengan mudah.

Mekari Qontak sendiri telah dipercaya lebih dari 3000+ perusahaan untuk membantu penjualan, pemasaran, dan layanan pelanggan mereka. Yang terpenting, Mekari Qontak juga telah tersertifikasi ISO 27001 untuk memastikan keamanan informasi data pelanggan.

Jadi tunggu apa lagi? Yuk, coba demo gratis aplikasi CRM terbaik dari Mekari Qontak dan dapatkan FREE TRIAL selama 14 hari!

Hubungi Mekari Qontak sekarang atau dengan mengisi form coba gratis dibawah ini:

You may also like

0 comments

By