Qontak WhatsApp

12 Tren Digital Marketing di Tahun 2022

Marketing Trend

Berikut 12 Tren Digital Marketing tahun 2022 yang perlu Anda ketahui!

Pada penghujung tahun 2021 perlu kita merefleksi apakah strategi marketing yang telah dijalankan efektif atau tidak. Faktor luar biasa seperti pandemi telah mengubah banyak tren digital marketing, khususnya bagaimana terdapat shift strategi marketing dari offline menuju online.

Namun tren digital marketing adalah suatu hal yang dinamis. Berangkat dari evaluasi tren pada tahun ini, kami membuat panduan tren digital marketing tahun 2022 yang perlu Anda ketahui di bawah.

Apa saja 12 Tren Digital Marketing 2022?

1. Event akan Hybrid (Online dan Offline)

Ketika pandemi memaksa banyak penutupan kegiatan dan social distancing, marketer menghadapi pembatalan atas event tatap muka, mulai dari yang sederhana seperti pembukaan toko, seminar atau conference, hingga rangkaian konser besar. Sebagai gantinya, acara virtual menjadi andalan untuk terlibat dengan pelanggan dan prospek. Peningkatan alokasi pengeluaran untuk media sosial dan platform digital lainnya membantu membuat acara ini sukses.

Sekarang pelanggan — dan marketer — menghadapi dua dorongan yang saling bertentangan. Dorongan kuat untuk berkumpul tatap muka. Tetapi setelah mengikuti event virtual dengan kenyamanan sofa mereka, banyak pelanggan yang senang menjaga segala sesuatunya tetap virtual. Untuk melayani kedua audiens, Anda harus membuat acara yang hybrid atau campur. Acara tatap muka akan memiliki komponen digital yang kuat, dan teknologi seperti AR dan VR dapat menciptakan pengalaman yang mendalam bagi mereka yang memilih untuk tidak keluar.

2. Online Event

Meskipun hybrid akan menjadi tren digital marketing 2022, pandemi belum berakhir di beberapa tempat. Online event (seperti webinar, seminar, atau peluncuran produk) merupakan cara yang bagus untuk menyebarkan informasi tentang brand Anda kepada pelanggan yang sudah ada dan calon pelanggan baru.

Saat ini semakin banyak brand yang berpartisipasi dalam acara online. Mereka juga memberikan kesempatan lain, seperti mengumpulkan data secara langsung tentang audiens yang menghadiri acara tersebut.

Nantinya, data tersebut dapat digunakan untuk membangun profil pelanggan dan bisnis dapat menjual atau promosi langsung kepada mereka. Hal tersebut akan menghilangkan kebutuhan untuk mengandalkan informasi dari pihak ketiga dan akan membantu membangun hubungan yang lebih kuat dengan audiens.
Online event mungkin tidak menghasilkan pendapatan besar sekaligus, tetapi tidak diragukan lagi akan membantu bisnis Anda tumbuh dalam jangka panjang.

3. Influencer Marketing

Influencer Tren Digital Marketing 2022
Sumber Gambar: grouphigh.com

Influencer marketing adalah tren paling populer dan efektif, dengan return on investment (ROI) terbesar. Dilansir dari Hubspot, tren ini akan terus tumbuh pada tahun 2022 dengan 21% marketer berencana untuk menggunakan influencer marketing untuk pertama kalinya.

Selain itu, 46% marketer yang memanfaatkan influencer akan meningkatkan investasi mereka pada tahun 2022, sementara 40% akan terus menginvestasikan jumlah yang sama.

Meskipun Anda mungkin berpikiran bahwa brand akan berinvestasi dengan makro-influencer berharga tinggi dengan jumlah pengikut terbesar, ada potensi dimana pada tren digital marketing 2022, marketer justru akan memilih untuk bekerjasama dengan nano atau mikro-influencer yang lebih terjangkau, tetapi masih sangat menarik.

Nano dan mikro-influencer bukanlah selebritas dengan anggaran yang begitu mahal, namun keberadaan mereka lebih relevan dan dapat diandalkan karena memiliki faktor seperti engagement rate yang tinggi serta kemampuan komunikasi yang baik.

4. Buat Brand Awareness yang Kuat melalui Konten Organik

Tren Digital Marketing Brand
Kita hidup di dunia di mana image adalah segalanya. Jika Anda ingin menciptakan image brand yang kuat, Anda harus memilih cara berkomunikasi yang tepat. Fokus pada menghasilkan promosi dari mulut ke mulut dengan memberikan layanan berkualitas kepada pelanggan Anda melalui komunikasi yang baik.
Di saat digital advertising akan tetap menjadi pilihan utama dalam strategi pemasaran Anda, penting untuk dicatat bahwa itu akan semakin mahal. Faktanya, harga Google Ads meningkat setiap tahun karena Google menggunakan bidding sebagai cara pembayaran. Selain itu, persaingan untuk beriklan secara online semakin meningkat, sehingga secara alami harga yang Anda bayarkan juga akan meningkat.
Anda harus melihat potensi dari konten organik untuk meningkatkan brand awareness di mata pelanggan atau prospek. Bagaimana strategi yang dapat  memberikan nilai jangka panjang kepada audiens Anda? Mungkin seperti video tutorial, podcast mingguan, atau konten web yang mendidik dan memberikan added value dibanding melakukan hard selling.

5. Perbanyak Konten Video Marketing

Video pendek saat ini sedang sangat populer, efektif, dan masih terus berkembang. 31% marketer saat ini memanfaatkan video pendek dan 29% berencana untuk memanfaatkannya untuk pertama kalinya pada tahun 2022.

Lebih dari separuh marketer (51%) yang memanfaatkan rencana video pendek untuk meningkatkan investasi mereka pada tahun 2022, sementara 38% berencana untuk terus menginvestasikan jumlah yang sama dengan tahun sebelumnya.

Video pendek juga memiliki return on investment (ROI) tertinggi dari semua strategi marketing media sosial dan 30% dari marketer media sosial berencana untuk berinvestasinya dibanding strategi lainnya pada tahun 2022.

6. Tik Tok semakin bangkit

Aplikasi berbagi video Tik Tok saat ini menjadi salah satu media sosial dengan jumlah pengguna lebih dari 1 Miliar di seluruh dunia dan diprediksi mencapai 1,5 Miliar pada 2022.  Marketer perlu melihat Tik Tok sebagai potensi untuk mendapat calon pelanggan dengan melihat strategi sebagai berikut:

6.1 Pertumbuhan live streaming

Sudah sangat populer di kalangan pengguna biasa, TikTok akan terus meningkatkan fitur live streaming untuk memengaruhi dan mendorong lebih banyak pengguna untuk mengadopsinya sebagai strategi marketing. Yang paling menonjol adalah menyasar pada kegiatan jual beli melalui live streaming.

6.2 Peluang Toko Online

TikTok terbukti menjadi pesaing yang oke dalam sektor social commerce. Diprediksi akan lebih banyak fitur belanja dalam aplikasi TikTok dalam waktu dekat. Dengan membuka kemitraan dengan Shopify dan kemampuan akun bisnis untuk menandai suatu produk, toko TikTok adalah fitur yang sangat dinanti yang akan tiba pada tahun 2022. Sudah diluncurkan di Douyin, aplikasi versi Cina, toko TikTok memungkinkan merek dan pemilik bisnis untuk membuat sebuah toko online, memberikan lebih banyak peluang untuk meningkatkan penjualan.

6.3 Konten yang Otentik dan Relevan

Otentik dan relevan akan menjadi faktor kunci keberhasilan dalam video marketing melalui TikTok dan membangun komunitas bagi bisnis kecil. Memanusiakan bisnis Anda dapat membantu mengarahkan arah brand menuju kesuksesan. Terlebih, Generasi Z akan secara tidak langsung “mengontrol” atas tren yang terjadi secara cepat dan dinamis.

Maksud tren yang cepat dan dinamis adalah dimana kondisi suatu tren akan dengan cepat berganti. Ini adalah tantangan bagi bisnis untuk dapat beradaptasi dan tetap relevan dengan tren yang ada.

Saya Mau Coba Gratis Qontak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Qontak Sekarang!

7. Inbound Marketing

Tren Digital Marketing

Pemasaran video marketing maupun dari Tik Tok di atas merupakan salah satu bagian dari strategi Inbound Marketing yang perlu Anda ketahui sebagai potensi tren digital marketing 2022.

Inbound Marketing adalah segala kegiatan pemasaran untuk menjemput pelanggan dimanapun mereka berada. Alih-alih strategi pemasaran yang mendorong pengiriman pesan ke konsumen, Inbound Marketing berfokus pada menarik mereka ke arah bisnis Anda.

Di balik video berdurasi pendek, inbound marketing adalah tren digital marketing teratas yang akan diinvestasikan oleh marketer tahun depan. Faktanya, lebih dari 80% marketer berencana untuk mempertahankan anggaran yang sama atau menambahkan lebih banyak untuk strategi ini.

Hal ini dilakukan dengan mengikuti model “Attract, Delight, Engage” yang memanfaatkan content marketing, SEO, marketing automation, media sosial, dan lainnya untuk meningkatkan customer experience yang positif.

8. Menggunakan Pendekatan Omnichannel

Tren digital marketing

Saat ini, 81% marketer memanfaatkan 3 atau lebih channel marketing, dan 89% marketer media sosial memanfaatkan 3 atau lebih channel sosial.

Dalam survei yang dilakukan Hubspot, ditemukan bahwa 82% marketer media sosial menggunakan kembali konten di berbagai channel. Dari angka tersebut, 69% perusahaan B2B dan 89% perusahaan B2C menggunakan kembali konten di seluruh channel media sosial. Di sini dapat disimpulkan bahwa channel marketing khususnya media sosial masih memiliki peran penting dalam tren digital marketing 2022. Tidak hanya itu, media sosial yang digunakan tidak fokus hanya satu saja melainkan banyak (omnichannel)

9. Penggunaan Marketing Automation atau Chatbot Software

tren digital marketing

70% pemasar menggunakan otomatisasi dalam peran mereka, sementara 33% berencana untuk memulai pada tahun 2022.

Marketing Automation Software atau Chatbot bukan lagi teknologi yang mahal, sulit  terjangkau, dan hanya dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaan raksasa. Saat ini marketing automation software dapat digunakan oleh semua lini bisnis, yang mana dapat membantu sebagian besar kerja tim marketing, mulai dari menjalankan laporan analitik prediktif yang kompleks hingga mempersonalisasi email marketing. Tidak hanya itu, marketing automation software juga mampu menyederhanakan tugas dasar untuk memberi marketer lebih banyak waktu untuk memikirkan strategi atau taktik kompleks.

10. Conversational Marketing

Tren digital marketing

Ada saatnya ketika kegiatan sales dan customer service adalah proses yang amat formal. Tim CS menggunakan “Bapak” dan “Ibu,” dan membuat proses pelayanan yang membutuhkan waktu signifikan — panggilan telepon, kunjungan ke toko, dan dalam beberapa tahun terakhir email atau formulir online.

Saat ini baik tim sales maupun customer service (dan bot) berbicara dengan pelanggan melalui pesan instan. Interaksinya seperti yang mungkin Anda lakukan dengan seorang teman. Semuanya kembali pada tren – beberapa yang sering dibicarakan, seperti kebutuhan akan personalisasi dan interaksi yang lebih berpusat pada kedekatan.

Secara umum, pelanggan tidak ingin berbicara dengan seseorang yang mengikuti skrip. Mereka menginginkan bantuan yang khusus untuk menjawab kebutuhan alias solutif. Mereka juga menginginkan waktu respons segera, itu berarti semakin sedikit saluran komunikasi formal. Maka dari itu perlu adanya improvisasi pada sektor customer service Anda agar dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.

11. Generasi Z

Generation Z
Sumber Gambar: blog.helpshift.com

Pada tahun 2020 dan Generasi Milenial telah mencapai puncaknya sebagai persentase dari populasi orang dewasa, yang merupakan lebih dari 40% dari populasi global. Pada tahun 2030 persentase ini diperkirakan akan turun menjadi hanya di bawah 37% karena Generasi Z mulai beranjak dewasa.

Generasi Z terdiri dari orang-orang yang lahir dari tahun 1996 hingga 2010. Generasi Z tumbuh di dunia yang serba digital dan memiliki sudut pandang yang sangat berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka juga lebih beragam daripada generasi lain dalam sejarah. Audiens yang lebih beragam dapat membuat content marketing menjadi lebih menantang, tetapi juga membuka lebih banyak peluang untuk menjangkau segmen audiens yang berbeda melalui personalisasi. Jika Anda telah memfokuskan strategi marketing Anda pada Milenial, mungkin ini saatnya untuk mundur selangkah dan menemukan beberapa ide baru untuk menjangkau Generasi Z.

12. Konten Audio

Sales Podcast
Sumber gambar: attach.io

Data menunjukkan bahwa video adalah leader dalam hal content marketing. Namun, audio perlahan juga masuk dalam strategi content marketing yang efektif.

Pada 2021, hanya 19,1% marketer B2C yang menggunakan podcast atau konten audio lainnya dalam strategi marketing mereka. Dari mereka yang menggunakannya, 37,4% menganggapnya sebagai salah satu strategi paling efektif.

Meskipun kelihatan rendah pada tahun 2021, data menunjukkan bahwa lebih banyak marketer B2C yang akan menambahkan konten audio ke upaya pemasaran mereka di tahun 2022.

Sekitar 43% dari marketer B2C berencana untuk meningkatkan investasi mereka melalui podcast pada tahun 2022 sementara 38,4% berencana untuk tetap sama. Fakta menarik lainnya adalah bahwa data ini hampir sama untuk marketer B2B.

Dari angka di atas, ini menunjukkan bahwa di semua industri, brand atau bisnis mengakui kekuatan dari sebuah konten audio.

Saya Mau Coba Gratis Qontak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Qontak Sekarang!

Manfaatkan Tren Digital Marketing untuk meningkatkan Penjualan Anda!

Omnichannel-Strategi pemasaran media sosial

Tren digital marketing pada tahun 2022 dan bisnis akan lebih beragam, inklusif, dan terhubung dengan kebutuhan pelanggan yang secara nyata. Teknologi terus berkembang dengan pesat, jadi tentu saja, beberapa tren ini berfokus pada teknologi. Namun, ada juga penolakan terhadap peningkatan digitalisasi dan otomatisasi interaksi antara merek dan konsumen. Hari ini, ada keinginan untuk membuat pemasaran lebih manusiawi lagi. Sementara teknologi seperti AI dan pemasaran berbasis data terus berkembang, fokus menyeluruhnya adalah pada manusia, bukan teknologi.
Untuk menjawab kebutuhan dan tantangan atas Tren Digital Marketing, Qontak.com dapat memberikan solusi untuk meningkatkan penjualan dan otomatisasi layanan pelanggan melalui Instagram API, Omnichannel Facebook Messenger, dan WhatsApp Business API. Semua layanan pelanggan pada social media Anda dapat dijalankan dalam 1 platform. Terlebih, Qontak.com telah dipercaya lebih dari 1000 bisnis untuk meningkatkan usahanya. Coba gratis penawaran kami hari ini. Atau dengan mengisi form di bawah ini:

Hubungi Qontak.com sekarang atau dengan mengisi form COBA GRATIS di bawah!

You may also like

By